Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS.com | Cetak | ePaper | Kompas TV | Bola | Entertainment | Tekno | Otomotif | Female | Health | Properti | Kompasiana | Urban Serpong | Images | Games | KompasKarier | PasangIklan | GramediaShop | Forum | Mobile
Jumat,
10 Februari 2012

situs majapahit

Kembalikan Trowulan...

Bata-bata merah kuno dalam timbunan tanah teriris, terbelah, terkepras, terkoyak. Begitu pula bejana terakota, tergempur menjadi gerowong dan berantakan. Itulah nasib situs Majapahit di Trowulan, Jawa Timur, melalui foto-foto yang dipaparkan ahli arkeologi dari Universitas Indonesia, Prof Dr Mundardjito. Tidak seperti Pompeii yang pernah terkubur dan kemudian ditemukan kembali setelah sekitar 1.700 tahun, Majapahit yang riwayatnya begitu dekat dengan masa kini kita dikoyak-koyak dikarenakan alasan kepedulian sekaligus ketidakpedulian. Itulah Trowulan kini, dalam proyek pembangunan Trowulan Information Center.

Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?


Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.


Klik di sini untuk berlangganan.   Silakan Login di sini.