Perupa kontemporer Sunaryo berjalan layaknya mayat hidup tiongkok ketika dipanggil pembawa acara setelah pertunjukan panggung tafsir ”Puisi Lubuk Mimpi” di Selasar Sunaryo Arts Space, Bandung, akhir pekan lalu. Sembari meloncat kecil-kecil dan kedua tangannya diangkat ke depan, dia mengatakan tengah menikmati mimpinya.
Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?
Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.