Gitaris terkemuka Indonesia, Balawan (36), sedang gundah gulana. Setelah tiga kali berturut-turut mengikuti International Guitar Festival, ia merasa musik Indonesia makin jauh ketinggalan. ”Sekarang terjadi penyeragaman selera oleh pasar. Ini membuat kita makin terasa mundur,” tutur Balawan, Jumat (3/7).
Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?
Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.