Jakarta, kompas - Monitoring Government dan Pusat Kajian Pelayanan Publik Universitas Paramadina Jakarta mempertanyakan melonjaknya harga pembuatan paspor elektronik yang ditetapkan Rp 670.000, plus biaya sistem teknologi informasi Rp 55.000 dan sidik jari Rp 15.000. Biaya tersebut dinilai terlalu besar dan menyulitkan masyarakat kelas menengah dan bawah untuk mengaksesnya.
Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?
Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.