Jakarta, Kompas - Kelompok masyarakat sipil mengkhawatirkan pelacakan jejak (tracking) para kandidat anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu tak bisa optimal. Sejauh ini, masyarakat sipil kesulitan untuk mengakses data dasar berupa riwayat hidup kandidat yang sudah tersaring untuk mengikuti seleksi wawancara awal pekan mendatang.
Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?
Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.