Alam menjadi berkah tersendiri bagi warga di Desa Tepal, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 450 warga yang hidup di ketinggian 847 meter di atas permukaan laut di lereng Gunung Batu Lanteh tersebut sebagian besar menggantungkan hidup dari bertani kopi. Meski kini hanya tinggal dua mata air sejak letusan Gunung Tambora tahun 1815, warga tidak kekurangan air karena hujan selalu tercurah saat warga membutuhkan. Desa yang berjarak 67 kilometer dari Sumbawa Besar itu merupakan salah satu tempat yang bertahan saat letusan Gunung Tambora.
Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?
Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.