TEHERAN, SENIN - Korban jiwa akibat gempakembar yang menghancurkan desa-desa di Iranbarat laut,akhir pekanlalu, bertambah menjadi306 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Pemerintah, Senin (13/8), juga mengkhawatirkan berjangkitnyawabah penyakitdi penampungan pengungsi.Sebanyak 3.037 orang cedera, 2.011 di antaranya mendapat per- tolonganpertama ditempatke- jadian.Menteri KesehatanMar- zieh Vahid pada parlemen, seper- tidikutip disitus parlemen,me- ngatakan, korban lain dibawa ke rumah sakit dan petugas medis melakukan 700 operasi.”Kami terus mencari jenazah ko r b a n , ”kata Vahid.Pihakber- wenang menghentikanoperasi penyelamatan pada Minggu sete-lah mengatakan semua orang yang mungkin selamattelah di- temukan.Deputi Menteri Dalam Negeri Urusan Pengelolaan Krisis Hassan Ghadami kepada parlemen menambahkan, ”Banyak korban tewas pada jam-jam pertama se- telahgempa karenapuing-puing yang berlumpur... dan struktur rumah-rumah di kawasan itu.”Kantor berita Fars, mengutip Kepala Layanan Darurat Iran Ghilamreza Masoumi,memper- ingatkan kemungkinanberjang- kitnyapenyakit menularkarena merekayang selamat,tetapike- hilangan tempattinggal, berde- sakanditempat yangtidakme-menuhisyarat kesehatan,tanpa air, dan kamar kecil portabel.”Isu penting lain adalah ba-nyaknyabangkai binatangyang berserakan di daerah itu dan tanpa air,”k a t a ny a .Kedua gempa itu, berkekuatan 6,4 dan 6,3 skala Richter, meng-guncang Iran baratlaut, Sabtu petang, dengan jarak 11 menit. Guncangannya meratakan rumah-rumah di desa-desa se-belah timur laut kota Tabriz.Ketua Bulan Sabit Merah Iran Abdolhossein Faghih pada sidang dengar pendapatyang samadi parlemen mengatakan, 230 desa rusak parah,sebagian besarba- ngunan rata dengan tanah.Pemerintah Iran menganggarkan dana darurat untuk segera membangun kembalirumahrumah di kawasan pegunungan sebelum datangnyamusim dinginyangkeras padaakhirtahun.Iran menolaktawaran bantuandari darisejumlahnegara, termasuk AmerikaSerikat, Jerman, Taiwan, Singapura, dan Rusia. Mereka mengatakan bisa menangani bencana itu sendiri.”Kami menerima tawaran bantuan daribeberapa negara. Namun, karenakami punyacukup tenaga dan sumber daya, kami tidak memerlukan bantuan asing ini.Kami mengucapkan terima kasih kepada mereka atas tawaran mereka,”kata Faghih.KritikPemerintah Iranmenghadapi kritik dari anggota parlemen dan publik atas penanganan upaya bantuan. Anggota parlemen yang mewakili daerah yang dilanda gempa mengeluhkankurangnya tendauntuk merekayangselamat,kata kantorberitaparlemen, ICANA.Anggota parlemen,Ali Lari- jani, ikut dalamdebat. ”P u sa t manajemenkrisis harusmeng-ambil langkah lebih luas untuk mengurangi keprihatinan ini,” kata Larijani yangmungkin jadi kandidatpresiden dalamPemilu 2 01 3.Walau parapejabat mengu-mumkan kurang dari24 jam se-telah bencanabahwa operasi SAR telah selesai dan semua yang selamat telah dibebaskan dari re- runtuhan, sebagian besar warga mengungkapkan ketidakpercayaan bahwa pihak berwenang bisa mencapai sebagian dari desa paling terpencil begitu cepat.Suratkabar Asr-e Iran memberitakan bahwa 24jam setelah gempa, sebagiandesa masihbelum dikunjungi tim bantuan. ( A F P/ R E U T E R S / D I )
Apakah Anda Sudah Berlangganan harian Kompas edisi Digital?
Untuk melanjutkan membaca berita ini, Anda harus terdaftar sebagai member MyKompas dan berlangganan harian Kompas edisi Digital. Silakan klik link di bawah untuk mulai berlangganan, atau kunjungi http://digital.kompas.com untuk informasi lebih lanjut.