Minggu, 05 Juli 2009
AP photo/Murad Sezer
Seorang perempuan Turki berlari menghindari gas air mata di Istanbul, Kamis (1/5), saat polisi membubarkan aksi buruh dan mahasiswa yang menggelar demonstrasi memperingati Hari Buruh. Polisi bertindak keras menggunakan gas air mata, pentungan, dan meriam air, mencegah aksi ini mencapai pusat kota.
Demo Peringati Hari Buruh

Jumat, 2 Mei 2008 | 00:30 WIB

Istanbul, Kamis - Polisi Turki, Kamis (1/5), menggunakan pentungan, gas air mata, dan meriam air untuk membubarkan para buruh dan mahasiswa yang berdemonstrasi memperingati Hari Buruh. Peringatan Hari Buruh juga berlangsung di berbagai negara, dan kenaikan harga pangan menjadi salah satu topik utama.

Bentrokan di Istanbul, Turki, tak terelakkan setelah ribuan petugas kepolisian ditempatkan di pusat kota untuk menghalangi akses ke Lapangan Taksim. Polisi melarang aksi ini, tetapi tiga konfederasi serikat buruh menyatakan akan memobilisasi setengah juta orang menentang larangan resmi itu.

Lapangan Taksim mempunyai arti simbolis bagi gerakan buruh Turki, ketika sedikitnya 34 demonstran tewas pada 1 Mei 1977. Namun, akses ke Lapangan Taksim tetap ditutup polisi hingga bentrokan tak terelakkan.

Walau serikat buruh itu kemudian membatalkan rencana tersebut, bentrokan antara polisi dan massa terjadi. Meriam air yang dikerahkan polisi memaksa demonstran menyelamatkan diri. Sebagian dari mereka berteriak, ”Kami rakyat, kami benar, kami akan menang.” Sekitar 467 demonstran ditahan dan enam polisi cedera.

Demonstrasi juga terjadi di ibu kota Filipina, Manila. Massa dengan pakaian dominan merah membawa pamflet dan spanduk menuntut ”Pekerjaan, Keadilan, Pangan” dan ”Turunkan Harga Pangan Sekarang”.

Perjuangan untuk mendapatkan bahan pokok seperti beras menjadi fokus banyak demonstrasi di banyak kota di Asia. Sejumlah besar polisi dikerahkan untuk berjaga-jaga.

Komando polisi elite yang bersenjata lengkap ditempatkan di jalan-jalan raya menuju Manila. Sementara unit antihuru-hara bersiaga penuh dekat gedung-gedung penting pemerintah.

”Krisis ekonomi lebih tajam dan lebih intens tahun ini,” kata Renato Reyes, sekjen kelompok aktivis Bayan, yang condong ke kiri. ”Buruh Filipina mempunyai hak untuk marah dan frustrasi.”

Demonstrasi yang berfokus pada naiknya biaya hidup juga diadakan di Singapura dan Bangkok. Demonstran melambaikan spanduk bertuliskan ”Mahalnya harga beras, murahnya upah buruh. Bagaimana para buruh bisa hidup?”

Membubungnya harga beras telah menyebabkan krisis pasokan beras yang membuat banyak pemerintah mengkhawatirkan kerusuhan buruh. Harga beras Thailand kini 1.000 dollar AS (sekitar Rp 9,2 juta) per ton, naik tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mendesak para pekerja agar lebih inovatif untuk menjamin negara itu tetap kompetitif. Di India, para pekerja seks berdemo di Kolkata, menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan hak yang serupa dengan orang-orang di industri hiburan.

Puluhan ribu anggota partai utama dan oposisi Rusia melakukan demo bersamaan. Kekhawatiran membubungnya harga menjadi tema utama. (AFP/AP/DI)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: