Minggu, 05 Juli 2009
KOMPAS/RIZA FATHONI
Grup band Nidji menghibur ribuan buruh dari serikat pekerja se-Jabotabek saat perayaan Hari Buruh 1 Mei di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/5). Hari Buruh juga serentak diperingati dengan aksi demonstrasi di sejumlah kota di Indonesia.
Demo Buruh Akan Berlanjut

Jumat, 2 Mei 2008 | 00:49 WIB

jakarta, kompas - Demonstrasi di berbagai lokasi di Jakarta dalam rangka memperingati Hari Buruh Sedunia akan berlanjut dengan mogok kerja. Serikat Pekerja PT Angkasa Pura I akan mogok bekerja di sejumlah bandara di wilayah timur Indonesia. Aktivitas administrasi di kantor pusat di Jakarta juga berhenti.

Hal itu disampaikan Presiden Serikat Pekerja PT Angkasa Pura I Itje Julinar di sela-sela demonstrasi buruh di Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (1/5). Ribuan buruh dari PT Angkasa Pura I akan mogok kerja tanggal 7-9 Mei 2008. Aksi mogok kerja itu digelar sebagai bentuk protes terhadap jajaran direksi perusahaan yang dianggap mengabaikan tuntutan pekerja, khususnya soal kesejahteraan karyawan.

”Rencana itu sebenarnya merupakan upaya akhir karena upaya kami yang lain sudah mentok,” ujar Itje.

Bandara-bandara di wilayah timur Indonesia yang akan tak beroperasi adalah Biak, Ambon, Makassar, Manado, Balikpapan, Yogyakarta, dan kantor pusat di Kemayoran, Jakarta. Akan tetapi, pekerja yang bertugas di bagian pengaturan lalu lintas udara tetap akan bekerja dan tidak mogok. Sementara operasional administrasi di kantor pusat di Kemayoran juga akan berhenti.

”Pelayanan untuk pesawat yang akan mendarat tetap akan berlangsung. Namun, tidak ada pelayanan untuk pesawat yang akan terbang. Kami mohon pengertian dan dukungan publik. Ini semua pada akhirnya demi peningkatan pelayanan kepada publik juga,” papar Itje.

Itje menuturkan, para buruh memprotes jajaran direksi atas pengabaian perjanjian kerja bersama (PKB) terkait hak-hak, seperti gaji pokok pegawai, tunjangan hari tua, tunjangan kesehatan, dan pensiun. Kondisi itu selama bertahun-tahun meresahkan karyawan bandara. Padahal, seluruh pekerja dituntut bekerja maksimal demi keselamatan publik.

Sementara itu, di Gelora Bung Karno, para buruh memenuhi sepertiga tribun stadion. Acara itu diwarnai oleh kehadiran sejumlah anggota partai dari Partai Keadilan Sejahtera. Hidayat Nurwahid hadir memberikan orasi atas nama Ketua MPR. Namun, Hidayat membantah jika kehadiran anggota PKS itu sebagai pemanasan politik oleh PKS menjelang Pemilu 2009.

Sementara itu, situasi di Bandara Internasional Soekarno- Hatta, terutama di Pintu M1 (bagian belakang bandara), tetap aman. Petugas keamanan berjaga-jaga, tetapi sampai siang tak ada buruh peserta demo mendatangi wilayah bandara.

Sebelumnya, Administratur Bandara Soekarno-Hatta Herry Bhakti dan instansi lain yang bertanggung jawab atas keamanan dalam wilayah bandara mengkhawatirkan para buruh akan kembali menutup jalan di belakang bandara. Akses jalan itu dibuka untuk umum setelah akses ke bandara lewat tol dari Jakarta tersendat berkaitan perbaikan tol di Jembatan Tiga.

Turunkan harga

Dari semua aksi demo itu, tuntutan buruh yang mengemuka adalah kenaikan upah, penghapusan sistem outsourcing, dan penurunan harga berbagai kebutuhan pokok.

Jumlah buruh yang berunjuk rasa di Jakarta kemarin diperkirakan mencapai sekitar 23.000 orang. Selain Jakarta, para buruh ini juga datang dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Banten. Sebelum memusatkan unjuk rasa di Gelora Bung Karno dan di Istana, massa sebelumnya berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Di Bundaran HI, terjadi antrean sekitar 20 bus jalur khusus yang aksesnya menuju Jalan MH Thamrin tertutup pengunjuk rasa. Akhirnya, manajemen bus jalur khusus memindahkan rute Blok M-Kota memutar menghindari MH Thamrin dan langsung ke Harmoni. Adapun bus transjakarta Koridor II Harmoni-Pulogadung juga mengalihkan rute. Dari Harmoni, bus ini lewat Pejambon (Deplu), Tugu Tani, Kwitang, dan ke arah Pulogadung.

Selain itu, suasana pusat perbelanjaan di sekitar Bundaran HI, yaitu Plaza Indonesia dan Grand Indonesia, agak sepi sampai pukul 13.00. Seorang petugas keamanan Plaza Indonesia membenarkan bahwa dua pintu masuk ke arah pusat perbelanjaan ini terpaksa ditutup. ”Rolling door ditutup agar pendemo tidak masuk ke mal ini,” kata petugas tersebut.

Kamis siang hingga sore, kawasan Medan Merdeka di sekitar Istana Merdeka di Jakarta Pusat tertutup bagi lalu lintas. Jalan Gatot Subroto pun sempat hanya satu ruas jalan yang dapat digunakan karena kerumunan belasan ribu buruh di depan Gedung DPR/MPR.

Ratusan pedagang kaki lima penjaja makanan dan minuman memanfaatkan momen tersebut untuk berjualan. Walhasil, banyak pengunjuk rasa yang didominasi perempuan memilih beristirahat dan menikmati makanan serta minuman di jalur hijau di sekitar lokasi unjuk rasa.

Hingga pukul 16.00, unjuk rasa berlangsung damai. Massa berangsur membubarkan diri sekitar pukul 16.30-pukul 17.00. Menjelang petang, lalu lintas di ruas Bundaran HI-Monas sudah lancar kembali.

Situasi pabrik-pabrik di Tangerang saat peringatan Hari Buruh umumnya tenang karena sebagian besar perusahaan meliburkan karyawan berkaitan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih. Akan tetapi, petugas keamanan pabrik tetap masuk untuk berjaga. (SF/TRI/NEL/ONG/KSP/muk)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: