Senin, 06 Juli 2009
Bandara Adisumarmo Kian Sepi

Sabtu, 10 Mei 2008 | 15:25 WIB

Boyolali, Kompas - Menyusul penutupan rute maskapai AdamAir dan Mandala Airlines di Bandar Udara Adisumarmo, Solo, jumlah penumpang di bandar udara internasional itu menyusut drastis. Bandara Adisumarmo hanya memiliki satu rute penerbangan domestik, yakni Solo-Jakarta dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, dan Indonesia Air Asia.

Mandala Airlines menutup rute Solo-Jakarta dan sebaliknya, tidak lama setelah pelarangan terbang AdamAir April lalu. AdamAir memiliki jadwal penerbangan Solo-Jakarta sekali setiap hari dengan tingkat keterisian pesawat 120-130 penumpang. Adapun Mandala Airlines yang baru membuka rute pertengahan Desember 2007, dengan pesawat Airbus A320, mempunyai tingkat keterisian pesawat 70-80 orang tiap penerbangan.

Manajer Keuangan, Komersial, dan Umum PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Herdiyanto menduga, Mandala Airlines menutup rute dari Bandara Adisumarmo karena lebih tertarik menggarap pasar yang ditinggalkan AdamAir di Yogyakarta.

"Di Yogyakarta, AdamAir punya 8-10 penerbangan yang gemuk-gemuk. Pasar itu lebih menggiurkan ketimbang di Solo yang baru merintis pasar," kata Herdiyanto yang mewakili General Manager PT (Persero) Angkasa Pura I Bandara Adisumarmo Andri Iskandri, Jumat (9/5). Tambah penerbangan

Dia mengemukakan, Garuda yang semula hanya punya dua kali penerbangan, pagi dan sore per hari, sekarang membuka penerbangan siang hari sehingga ada tiga penerbangan tiap hari.

Berbeda dengan Indonesia Air Asia yang setiap hari mempunyai dua kali jadwal penerbangan Solo-Jakarta, kadang mengurangi frekuensi penerbangan menjadi satu kali per hari.

"Mereka memilih melayani rute padat yang ditinggalkan AdamAir di Yogyakarta. Jadwal pagi di Solo digabung dengan jadwal sore," katanya Herdiyanto.

Jadwal penerbangan rute internasional Air Asia, Solo-Kuala Lumpur juga berkurang. Menurut Herdiyanto, sebulan terakhir Air Asia tujuan Kuala Lumpur sembilan kali membatalkan penerbangan pagi dan mengalihkannya ke Yogyakarta.

Hal itu terjadi sejak mereka membuka rute Yogyakarta-Kuala Lumpur, Februari. Jika sebelumnya tingkat keterisian pesawat tiap penerbangan 100-120 penumpang, kini 70-90 penumpang. Mayoritas penumpang rute ini adalah tenaga kerja Indonesia (TKI).

"TKI dari Jawa Tengah selatan, seperti Cilacap yang dulu terbang lewat Solo, sekarang lebih suka lewat Yogyakarta karena lebih dekat," ujar Herdiyanto. Adapun Silk Air yang melayani rute Solo- Singapura, jumlah penumpangnya naik. Semula 70 orang per penerbangan, kini 120 penumpang. Profil mereka umumnya adalah pebisnis dan pelajar. (eki)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: