
Selasa, 27 Mei 2008 | 01:08 WIB
Kebumen, Kompas - Pabrik pengolahan bio-etanol berbasis usaha kecil menengah dengan investasi Rp 3,7 miliar dioperasikan di Desa Munggu, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/5). Pabrik yang dijalankan PT Bio Prima Energi Mandiri atau BPEM itu dapat menghasilkan 3.000 liter bio-etanol setiap hari dengan menggunakan bahan baku tebu, jagung, dan singkong.
Direktur Utama PT BPEM Dani Hidayat mengatakan, hingga Juni mendatang pihaknya masih menggunakan bahan baku tebu dari perkebunan Pabrik Gula Madukismo di Yogyakarta. ”Baru bulan Juni kami akan menggunakan jagung sebagai bahan baku bio-etanol,” katanya.
Bahan baku pembuatan bio- etanol bisa berganti-ganti sesuai persediaan di pertanian. Namun, untuk Kebumen, diupayakan menggunakan jagung secara optimal karena tersedia cukup banyak. ”Kalau tebu sudah tak panen, bisa diganti dengan jagung. Begitu juga kalau jagung dan tebu sedang tak panen, bisa digantikan dengan singkong,” katanya.
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Rustriningsih mengatakan, Kebumen memang memiliki potensi cukup besar untuk pertanian jagung. Panen jagung di Kebumen 27.000 ton per tahun.
Selain itu, juga ada potensi singkong. Pabrik itu juga menggunakan bahan baku singkong, ”Agar perekonomian masyarakat petani di Kebumen bisa meningkat,” kata Rustriningsih. Menurut Dani, pabrik membutuhkan 5 ton jagung per hari.
Menurut Direktur Marketing PT BPEM Sugeng Haryanto, bio-etanol itu dipasok ke PT Pertamina, Rp 5.500 per liter—kadar 85-90 persen—dijadikan bahan bakar kualitas premium hingga pertamax. PT BPEM juga mengolah bio-etanol menjadi bensin di Serang, Banten.
Setelah diumumkan 13 Februari lalu, pengembangan bahan bakar alternatif hidrofuel (bahan bakar air) masih menemui banyak kendala karena belum ada dukungan pemerintah dari segi dana dan kebijakan.
Demikian menurut Kepala Pusat Studi Pengelolaan Energi Regional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bledug Kusuma seusai mempresentasikan bahan bakar air yang dinamai banyugeni di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sleman, Senin. (MDN/A06)