Sabtu, 04 Juli 2009
Kompas/Wisnu Widiantoro
Ratusan orang berebut uang dan tiket seminar yang disebar dari pesawat ringan di Stadion Baladika, Group I Kopassus, Taman, Kecamatan Taktakan, Serang, Banten, Minggu (1/6). Aksi sebar uang yang dilakukan oleh motivator Tung Desem Waringin itu dalam rangka peluncuran buku Marketing Revolution.
Bagi-bagi Uang
Ratusan Warga Serang Berebut Uang

Senin, 2 Juni 2008 | 03:00 WIB

Serang, Kompas - Ratusan warga Kota Serang, Banten, berebut uang yang dikabarkan senilai Rp 100 juta yang disebarkan melalui pesawat di Stadion Baladika, Group I Kopassus, Taman, Kecamatan Taktakan, Serang, Banten, Minggu (1/6), oleh motivator Tung Desem Waringin. Satu orang pingsan dan beberapa orang luka ringan karena berlarian memperebutkan uang.

Satu warga yang pingsan itu bernama Putri (13), dan langsung dilarikan ke Klinik Kopassus. Putri pingsan setelah berlari-lari mengejar satu lembar uang pecahan Rp 1.000.

Salah satu warga yang luka ringan bernama Rian (19). Kuku jempol kaki pemuda asal Purwodadi, Semarang, Jawa Tengah, itu terkelupas karena terinjak-injak sepatu warga lain saat berdesakan. Padahal, dia hanya mendapatkan 30 lembar uang pecahan Rp 1.000.

Sementara itu, pesawat tiba di atas Taman Kopassus sekitar pukul 09.30. Petugas dalam pesawat itu langsung menyebarkan uang pecahan Rp 1.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000, sejumlah voucher seminar, voucher pembelian barang, dan sebagainya.

Ratusan orang, baik laki-laki maupun perempuan dan juga anak-anak, langsung berebut uang yang disebarkan di udara. Sebagian berlarian di dalam stadion, dan sebagian lainnya berusaha untuk mengejar uang hingga keluar stadion.

Sebagian warga memperoleh uang puluhan ribu rupiah per orang. Salah satunya Itoh, warga Perumahan Taman Pesona, Desa Lialang, Kecamatan Taktakan, memperoleh Rp 50.000.

Ratusan ribu

Ada juga warga yang mendapat uang hingga ratusan ribu rupiah. Salah satunya Tati, yang juga bertempat tinggal di Perumahan Taman Pesona. Dia tidak menyangka akan memperoleh segepok uang karena tidak berusaha lari mengejar uang yang disebar.

”Saya itu berdiri saja, enggak lari. Tiba-tiba ada uang segepok jatuh di dekat saya, langsung saya tiduri uang itu biar enggak diambil orang lain,” katanya.

Setelah dihitung, jumlah uang yang didapat Tati mencapai Rp 700.000. Selain itu, dia juga memperoleh tiga lembar voucher senilai Rp 3,7 juta per lembar.

Meskipun demikian, banyak juga warga yang sama sekali tidak memperoleh uang. Salah satunya Jumenah, warga Kampung Gurunggui, Desa Lialang, yang datang bersama tiga anaknya. ”Sama sekali enggak dapat, pas lari anak nangis. Orang berebutan begitu,” tutur Jumenah saat berjalan pulang dari stadion.

Hingga penyebaran uang selesai sekitar pukul 10.15 masih banyak warga yang berkumpul di stadion. Mereka sengaja menunggu uang yang tersangkut di pepohonan.

Meski mengaku senang mendapatkan uang secara tidak terduga, warga menyesalkan cara pembagian uang. Menurut warga, seharusnya uang dibagi-bagikan dengan merata sehingga mereka tidak perlu berebutan. (NTA)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: