Minggu, 05 Juli 2009
Kompas/Yuniadhi Agung
Pelari Hongkong, Chun Ho Lai (kanan), finis pertama dan menjuarai partai final nomor 100 meter putra Kejuaraan XIII Atletik Yunior Asia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (13/6).
Indonesia Tambah Dua Medali Perunggu

Sabtu, 14 Juni 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas - Indonesia menambah dua medali perunggu setelah dua atlet putri— Serafi Anelis Unani dan Novita Andriani—menempati posisi ketiga dalam Kejuaraan Atletik Yunior Asian ke-13, Jumat (13/6) di Stadion Madya, Senayan.

Serafi (19), yang mempunyai tinggi badan 155 meter ini, meraih perunggu pada nomor bergengsi lari 100 meter dengan catatan waktu 11,93 detik. Medali emas diraih pelari Thailand, Juntara Seangdee, dengan waktu 11,75 detik, disusul Hui Jiang Han dari China dengan waktu 11,88 detik. Lawan-lawan Serafi pada nomor ini berpostur lebih dari 160 sentimeter.

Catatan waktu Serafi kali ini memperbaiki perolehan waktu pada babak final, yakni 12 detik. ”Prestasi kali ini melebihi target awal, yaitu lolos semifinal. Saya akui, lawan-lawan kali ini sangat berat, terutama Hongkong dan China,” kata Serafi yang akan turun lagi pada nomor lari estafet 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter, Minggu besok.

Adapun Novita (19) menyumbang perunggu untuk Indonesia setelah mencatat waktu 11 menit dan 7 detik pada nomor lari halang rintang 3.000 meter.

Novita, yang sempat berada di posisi kedua saat perlombaan, dibalap oleh pelari asal Jordania, Bara’ah Awadallah, yang merebut perak. Posisi pertama ditempati Marina Podkorytova dari Kazakhstan dengan catatan waktu 10 menit 57 detik.

”Saya kecewa gagal mendapat perak. Saya tidak sadar kalau ada pelari tepat di belakang saya. Ketika melewati halangan kolam air, Bara’ah baru terlihat dan membalap saya,” kata Novita yang juga akan memperkuat kontingen Jawa Tengah di PON XVII.

Dengan perolehan medali ini, Indonesia berada di posisi kesembilan dengan 1 perak dan 3 perunggu. China masih berada di posisi pertama dengan 4 emas, 5 perak, dan 1 perunggu. Posisi berikutnya ditempati Jepang, Hongkong, dan Bahrain.

Pelari asal Bahrain, Majed Saleh, menjadi atlet pertama di kejuaraan ini yang meraih dua emas, masing-masing untuk nomor lari 10.000 meter pada hari pertama dan lari halang rintang 3.000 meter pada hari kedua.

Untuk nomor lari 100 meter putra, atlet Hongkong meraih dua medali, masing-masing emas untuk Chun Ho Lai dengan catatan waktu 10,43 detik dan perunggu bagi Chi Ho Tsui dengan waktu 10,56 detik. Posisi kedua ditempati atlet Sri Lanka, Shehan Abepitiya (10,55 detik). Hongkong menambah emas dari nomor loncat tinggi putri setelah Wai Yee Fung mencatat loncatan tertinggi, yakni 1,78 meter. Posisi berikutnya ditempati Jei Xu dari China dengan tinggi loncatan 1,74 meter serta Thi Viet Anh Duong dari Vietnam dengan loncatan 1,7 meter.

Nomor jalan cepat 10.000 meter putra menjadi milik China setelah atlet Tao meraih medali emas dengan catatan waktu 43 menit 21 detik, disusul Ling Fu Geng dengan catatan waktu 43 menit 43 detik. Medali perunggu jatuh ke tangan Hiroki Nagaiwa (Jepang) dengan catatan waktu 45 menit 7 detik. China juga mendapatkan tambahan emas dari nomor lompat jauh putra lewat atlet Yong Feng Weng.

Jepang menambah satu koleksi emas dan perak dari nomor loncat tinggi galah dari prestasi yang dicatat oleh Tomoko Sumi Ishi (3,9 meter), dan Miki Motomiya (3,7 meter). Min Ming Huang dari China di posisi ketiga. Emas Korea Selatan dipersembahkan Young Shik-park dengan jarak lontaran 65,03 meter. Medali ini pertama untuk Korsel. (ART)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: