Sabtu, 04 Juli 2009
REDAKSI YTH

Senin, 16 Juni 2008 | 00:23 WIB

Perumnas Regional III Ingkar Janji

Selaku pembeli satu unit rumah di Perumahan Mutiara Sanggraha, Pulo Gebang, Jakarta Timur, saya merasa dirugikan Perum Perumnas Regional III Cabang Jakarta. Saya telah membayar Rp 10 juta yang diminta staf Perumnas Regional III untuk IMB pengembangan rumah standar menjadi nonstandar pada Februari 2007. Namun, sampai sekarang saya belum menerima IMB tersebut.

Manajer Perum Perumnas Regional III Daniel Iskandar yang tiga bulan lalu berjanji memberikan IMB itu kepada saya ketika saya temui minggu lalu mengatakan, belum dapat memberikannya kepada saya karena masih diurus sorang anggota stafnya bernama Armein.

Kekecewaan saya yang kedua ialah berkaitan dengan ruas jalan dan selokan di depan rumah yang saya beli. Khusus di depan rumah saya jalan dibiarkan berlumpur tanpa pengaspalan, sementara bagian lain sudah beraspal. Selokan persis di sudut depan rumah saya (rumah yang saya beli berada di pojok) terputus pembangunannya. Sudah enam bulan lebih dibiarkan begitu.

Pak Daniel mengatakan, pemborongnya menghentikan pekerjaan jalan dan selokan itu karena terhambat kucuran dana dari Perumnas. Saya tidak mengerti penjelasan ini sebab beliau merupakan manajer. Apakah ini sebentuk keluhan terhadap atasannya di Perumnas Regional III?

SINTA Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur

Sibuk Tangani Pasien Gawat

Menanggapi surat yang disampaikan Bapak Donny Hendrawan melalui Kompas (25/5), ”Pengalaman Keluarga Pasien ICU”, dengan ini kami sampaikan, menurut catatan kami, beberapa orang keluarga bapak pernah dirawat beberapa kali di rumah sakit kami. Sejak masuk ke ICU pada 3 Mei 2008, dokter telah menjelaskan dan dipahami oleh keluarga bahwa kondisi pasien dalam keadaan sangat kritis karena ini merupakan serangan penyakit yang ketiga kali dengan penyakit yang sama.

Pada Senin (5/5) pagi, keluarga menanyakan kondisi pasien dan dokter sudah menjelaskan tentang kondisi pasien. Pada pukul 21.00, dokter menyarankan memasang alat bantu napas (vertilator), tetapi keluarga menolak dengan membuat pernyataan tertulis. Pada 6 Mei 2008 pukul 03.00, keluarga meminta izin masuk ke ICU, tetapi perawat belum mengizinkan karena sedang sibuk menangani pasien yang sedang gawat.

Lebih kurang satu jam kemudian (pukul 04.00), pasien mengalami kondisi yang buruk dan terjadi henti napas (apnoe), kemudian dokter jaga dan perawat melakukan resusitasi dam keluarga segera diberi tahu. Pihak keluarga masih sempat menahlilkan selama sekitar setengah jam, kemudian pada pukul 04.35 pasien dinyatakan meninggal dunia.

Dokter dan perawat kami sudah berusaha semaksimal mungkin merawat pasien dengan baik sesuai standar profesi dan standar rumah sakit. Sebagai sesama Muslim kami juga sudah mengizinkan keluarga menunggu pasien sambil membaca Al Quran dari pagi sampai sekitar pukul 21.30.

N Mansur Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Tangerang

Bukan Tanggung Jawab Bank

Sehubungan dengan surat Ibu Meta Wangsa di Kompas (30/5), ”Kredit Lippo Tanpa Asuransi”, perlu kami sampaikan bahwa kami telah menghubungi Ibu Meta Wangsa guna menjelaskan latar belakang permasalahan dan insiden yang menimpa nasabah bukan tanggung jawab Bank Lippo. Nasabah dapat menerima penjelasan kami.

Mutiara Mulia Vice President Corporate Office-Stakeholders Communication PT Bank Lippo Tbk

Tunai ATM BCA Bermasalah

Pada 21 April 2008 saya melakukan penarikan uang melalui ATM BCA di Perkantoran Yos Sudarso, Jakarta Utara, sebesar Rp 5 juta dalam 5 kali penarikan, Rp 1 juta per penarikan. Setelah selesai saya menghitung dan ternyata uang hanya berjumlah Rp 4.600.000, kurang Rp 400.000. Pada hari itu juga saya langsung menelepon Halo BCA guna menindaklanjuti masalah tersebut, nomor laporan 5676229.

Petugas customer service menginformasikan bahwa akan melakukan investigasi dalam waktu 14 hari kerja. Namun, per 28 April 2008, saya sudah menerima surat dari BCA (nomor: 2628/KDF/SPC/08) yang menyatakan bahwa menurut hasil analisa dan data komputer tidak ditemukan gangguan pada mesin ATM dan semua transaksi dinyatakan berhasil. Tentu informasi tersebut sangat sepihak karena pada kenyataannya uang yang saya terima kurang. Saya menyesalkan sikap BCA yang tidak bertanggung jawab atas masalah ini.

TATYANA PARDIYANTO Pulo Gebang Permai Blok F 6, Jakarta

Label Harga Promosi di Indomaret

Pada 29 Mei 2008, saya membeli beberapa barang di toko Indomaret Mantrijeron, Yogyakarta, yang merupakan waralaba besar dan ternama. Namun, saya merasa kecewa dengan kebijakan harga yang dipakai. Saya membeli Molto Ultra Blue dan saat itu tidak curiga dengan adanya tempelan label harga kosong di botol Molto, sementara di bagian bawah rak tertera harga Molto tersebut Rp 7.775.

Setelah membayar dan tiba di rumah, saya melepas label kosong yang ada di botol ternyata harga ketentuan produsen adalah 7.500 (harga promosi). Yang membuat saya sangat kecewa adalah kenapa waralaba sebesar Indomaret harus menipu dengan menutup harga ketentuan produsen? Saya melihat di toko lain harga yang ditetapkan malah lebih rendah dari ketentuan produsen, yakni Rp 7.300. Dalam hal ini Indomaret telah merugikan konsumen/pelanggan.

PRADITYO YOGA Jogokaryan MJ 3/680, Yogyakarta

Kartu Kredit HSBC Merepotkan

Saya nasabah kartu kredit MasterCard Classic dari HSBC sejak tahun 2004 hingga sekarang. Tetapi, dua tahun belakangan saya sering mendapatkan kesulitan karena beberapa kali tidak mendapat lembar penagihan sehingga saya tidak ingat tanggal berapa saya harus membayar dan akhirnya terkena late charge Rp 35.000. Tahun 2007 saya pernah tidak mendapat lembar penagihan dan ketika dikonfirmasi pihak HSBC menyalahkan pihak kurir.

Ketika saya dihubungi pihak kurir, dengan kasar kurir malah balik bertanya, kenapa tidak ada di rumah ketika tagihan datang? Luar biasa, saya harus menunggu di rumah untuk selembar kertas tagihan. Kejadian terakhir yang sangat tidak menyenangkan adalah ketika Maret dan April 2008 saya tidak mendapatkan lembar tagihan. Pada 24 Maret saya menghubungi Call Center HSBC (berbicara dengan Imel) yang menyatakan, akan mengecek.

Karena saya belum juga menerima lembar tagihan, saya kembali menghubungi HSBC pada 2 April dan berbicara dengan Iqbal yang lagi-lagi menyatakan, akan mencek lagi. Untuk ketiga kali saya tanyakan lagi lewat Saudari Dita (21 April) yang menyatakan bahwa tagihan sudah dikirim dan sudah diterima tanggal 11 April 2008. Padahal saya tidak pernah menerima tagihan secara langsung karena bekerja. Buat apa saya menelepon Call Center HSBC (21/4) kalau sudah terima tanggal 11 April 2008?

Apakah saya harus menelepon setiap akhir bulan untuk mendapatkan informasi pembayaran tagihan? Sampai Juni 2008 saya belum menerima lembar penagihan Mei 2008. Merepotkan sekali HSBC. Akhirnya saya kapok dengan HSBC.

FRISCA Kompleks Polri Nomor 2 RT 006 RW 004, Ciracas, Jakarta

Batavia Cargo Tidak Profesional

Pada 9 Mei 2008 pagi surveyor kami di Kendari mengirim dokumen penting ke Jakarta dengan alamat Koko Sumarjo, Jalan Cempaka Putih Raya Nomor 20 C, Jakarta Pusat, menggunakan Batavia Cargo. Di bagian pengiriman dilayani Saudara Wawan (nomor resi 671 2111 491880) dan bukti pembayaran jasa penyimpanan/penumpukan barang dan handling barang di ware housing Bandara Wolter Monginsidi, Kendari.

Petugas menjanjikan akan sampai di Jakarta siang hari itu juga dengan layanan ”Port to Port”. Keesokan harinya kami melakukan penjemputan dokumen tersebut ke Bandara Soekarno-Hatta. Ketika di bandara dan akan mengambil, ternyata dokumen dengan nomor resi tersebut tidak ada, padahal dokumen tersebut sangat penting bagi perusahaan kami.

Pada 14 Mei 2008 kami coba tanyakan kepada Batavia Cargo Kendari (Saudara Wawan). Petugas itu memberi tahu bahwa dokumen tidak dimasukkan ke bagasi pesawat, tetapi dititipkan ke bagian kabin melalui pramugari. Kemudian atas saran yang bersangkutan, kami coba telusuri melalui Batavia Cargo Jakarta (melalui Bapak Iskandar dan Bapak Yono) lewat telepon (021) 5504324. Namun, kami mendapat informasi bahwa dokumen tersebut ternyata tidak ada.

Kemudian ia menjanjikan akan membantu mencarikan dan kami diminta telepon keesokan hari. Pada 15 Mei 2008 kami coba menghubungi lagi, tapi ternyata dokumen tersebut masih belum bisa ditemukan keberadaannya. Batavia Cargo sebuah perusahaan yang profesional, tetapi tidak menunjukkan itikad baik sampai saat ini.

Koko Sumargo Jalan Cempaka Putih Raya C20, Jakarta

Share on Facebook
Nilai 4.33 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: