Sabtu, 04 Juli 2009
KILAS METRO

Senin, 16 Juni 2008 | 00:39 WIB

Belajar Kungfu Gratis

Dalam rangka menyambut liburan sekolah, belajar kungfu gratis untuk anak sekolah di bawah arahan atlet nasional digelar sejak 11 Juni-13 Juli 2008 di atrium Mal Ciputra, Jakarta Barat. Humas Mal Ciputra, Rida Kusrida, yang dihubungi pada Sabtu (14/6) petang, menjelaskan, para pelatih atlet nasional dan KONI melatih para siswa dalam enam sesi. ”Mereka akan mendapat sertifikat setelah menyelesaikan enam sesi latihan. Kami juga menyediakan kesempatan berpose dengan figur Panda Po yang menjadi tokoh film animasi terbaru Kungfu Panda,” kata Rida. Latihan kungfu itu diadakan setiap hari dengan satu sesi latihan selama 15 menit. Kelas diadakan pada sore hari pukul 15.00-14.00 dan pukul 17.00-18.00. (ong)

TSI Kampanyekan Tahun Katak 2008

Berkaitan dengan tahun 2008 sebagai tahun katak, Taman Safari Indonesia (TSI) mulai mengampanyekan dengan melakukan penelitian dan pendidikan konservasi katak yang berlangsung di TSI, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (14-15/6), dengan pembicara Dr Mirza D Kusrini dari Perhimpunan Herpetologi Indonesia. Dalam acar tersebut terungkap bahwa di dunia ini diperkirakan ada sekitar 4.000 spesies katak, yang beragam jenis, bentuk, dan warnanya. Katak itu banyak dimanfaatkan untuk membasmi serangga, konsumsi manusia, dan sebagai bahan baku obat-obatan. ”Katak merupakan salah satu mata rantai kehidupan. Satwa ini yang paling utama terkena dampak pemanasan global. Jika sampai punah, manusia akan mengalami kerugian besar,” kata Mirza. (rts)

Bogor Bikin Nasi Timbel 40 Meter

Penggerak PKK dan petugas lapangan Keluarga Berencana kelurahan dan kecamatan se-Kota Bogor membuat nasi timbel sepanjang 40 meter, dengan diameter 15 sentimeter di Stadion Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/6) pagi. Mereka berharap nasi timbel yang dibuat dalam acara hari Ngariung Sauyunan Tahun 2008 tersebut dapat dicatat di Museum Rekor Indonesia (Muri). Pembuatan nasi timbel tersebut melibatkan 30 orang yang bertugas sebagai juru masak dan 40 orang pembungkus nasi. Bahan bakunya terdiri dari 325 kilogram beras mentah yang menjadi 650 kilogram nasi. Selain itu, disiapkan 750 lembar daun pisang, 150 kilogram ayam, 30 kilogram sambal, dan 75 kilogram lalap. Nasi tersebut dimasak mulai hari Sabtu pukul 10.00 malam di Balai Teknologi Tepat Guna, Jalan Ceremai Ujung, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara. Ketua Panitia Penyelenggara Ngariung Sauyunan 2008, Rachmawati, mengatakan bahwa pembutaan nasi timbel ini sudah dicatat oleh notaris dan akan diusulkan masuk museum Muri. (RTS)

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: