
![]() |
|
|
KOMPAS/ALIF ICHWAN / Kompas Images
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berboncengan dengan Ny Ani Yudhoyono, bersepeda santai di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (20/6) pagi. Kegiatan bersepeda santai dilakukan Presiden untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar memakai sepeda sebagai sarana transportasi yang murah dan sehat. |
Sepeda pada zaman dulu hanya punya satu fungsi, yakni alat transportasi. Dengan berubahnya zaman, sepeda beralih fungsi. Sepeda bisa dipakai untuk berolahraga, sekadar bergaya, atau untuk kesenangan dan gengsi belaka.
Kini, saat manusia mulai terjepit kepadatan lalu lintas dan ”dikeroyok” polusi udara yang membahayakan serta kesadaran untuk hidup lebih ”sehat”, sepeda kembali diupayakan ke fungsi awalnya sebagai alat transportasi.
Itulah yang tengah diupayakan komunitas Bike to Work. Organisasi itu ingin mengembalikan fungsi awal sepeda dengan menyosialisasikan bersepeda untuk bekerja.
Jumat (20/6) pagi, sekitar 500 peserta Bike to Work dari Bogor, Depok, Jakarta, dan Tangerang berkumpul di Tugu Monumen Nasional, Jakarta.
Namun, mereka datang agak kesiangan mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri yang ikut menemani di halaman Istana Merdeka sudah menunggu.
Sebut saja, mulai dari Menneg Pemuda dan Olahraga, Mensesneg, Menneg Ristek, Menhub, Menneg LH, Menteri ESDM, Menperdag, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.
Presiden yang bersepeda tandem bersama Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono datang sekitar pukul 06.40. Peserta Bike to Work baru datang pukul 07.10. Meski terlambat, Presiden tetap bersukacita menyambut mereka.
Gerakan menyosialisasikan bike to work dimulai dengan melalui rute ke arah Tugu Monas, Stasiun Gambir, Mahkamah Agung, langsung masuk ke pintu Sekretariat Negara.
Presiden yang turun terlebih dahulu menyambut tamunya dengan hangat di halaman rumput antara Istana Negara dan Istana Merdeka. Sebelum acara dimulai, Presiden mengeluarkan lelucon-lelucon ringan untuk memeriahkan suasana. ”Benar-benar Siregar (segar) bukan? Banyak Pohan (pohon) ya....”
Presiden menambahkan, ”Jalannya banyak Manurung (menurun) ya?” Joke yang populer di kalangan masyarakat itu merupakan nama-nama marga yang sangat familier bagi etnis Tapanuli. Sesaat kemudian, Presiden menambahkan, kali ini dengan serius, ”Pohan itu marga besan saya (Auli Pohan)....”
Dalam sambutan tanpa teks, Presiden menyoroti lima hal keuntungan bersepeda menuju tempat kerja. Selain, untuk berolahraga, menghemat energi, ikut melestarikan lingkungan, juga ada rekreasi. ”Karena itu, ajak masyarakat lebih banyak lagi ikut komunitas Bike to Work ini,” ujar Presiden.
Sebelum bubar, Presiden menerima kenangan-kenangan berupa lukisan foto tentang sebuah SPBU berbahan bakar air minum. Lagu-lagu karya Presiden Yudhoyono ikut mengiringi tamu-tamu menikmati bubur ayam dan lontong sayur. Meskipun makanan tersebut ditempatkan dalam gerobak pedagang keliling yang berada di beberapa sudut taman Istana, nyatanya sudah disiapkan lebih dulu oleh sebuah katering. ”Makanannya dari katering kok, Pak,” ujar petugas berbaju putih yang menyendokkan bubur hangat dari dandang. (SUHARTONO)