
![]() |
Buku Cerpen Pilihan Kompas 2007 Diluncurkan
Dua sastrawan, Ayu Utami dan Sapardi Djoko Damono, telah memilih 15 cerpen dari puluhan cerpen, yang diterbitkan Kompas edisi Minggu sepanjang tahun 2007, untuk diangkat dalam buku Cerpen KOMPAS Pilihan 2007. Cerpen pilihan itu adalah ”Lampu Ibu” karya Adek Alwi, ”Tukang Jahit” (Agus Noor), ”Kisah Pilot Bejo” (Budi Darma), ”Bigau” (Damhuri Muhammad), dan ”Gerhana Mata” (Djenar Maesa Ayu). Ada pula cerpen ”Gerimis yang Sederhana” (Eka Kurniawan), ”Sinai” (Fransisca Dewi Ria Utari), ”Candik Ala” (GM Sudarta), ”Lak-uk Kam” (Gus tf Sakai), dan ”Koh Su” (Puthut EA). Cerpen lainnya, ”Cinta di Atas Perahu Cadik” (Seno Gumira Ajidarma), ”Hari Terakhir Mei Lan” (Soeprijadi Tomodihardjo), ”Belenggu Salju” (Triyanto Wonokromo), ”Sepatu Tuhan” (Ugoran Prasad), serta ”Serdadu Tua dan Jipnya” (Wilson Nadeak). Satu dari 15 cerpen itu akan muncul sebagai cerpen terbaik, yang diumumkan saat peluncuran buku, Kamis (26/6) besok pukul 18.00 WIB di Bentara Budaya Jakarta. Peluncuran buku sastra ini sekaligus menandai pembukaan Pameran Ilustrasi Cerpen 2007. (NAL)
Perempuan Politik untuk Perbaiki Peradaban
Perjuangan perempuan politik sebenarnya tidak hanya membesarkan partainya, tetapi juga memperbaiki peradaban di dunia. Perempuan dengan etik kepedulian berpotensi menyuarakan keadilan dan kesetaraan. ”Dalam konteks global, separuh warga lain masih menguasai separuh warga lainnya. Kalau ini masih ada, berarti omong kosong. Kita harus mengubah disparitas politik semacam itu,” kata dosen Fakultas Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung pada Lokakarya Inisiasi Pembentukan Jaringan Parlemen Perempuan Indonesia di Jakarta, Selasa (24/6). (LOK)