Sabtu, 04 Juli 2009
Bayi Tewas Digigit Anjing

Kamis, 26 Juni 2008 | 01:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Amelia Handayani (1,5), bungsu dua bersaudara pasangan Susan (24)-Ahmad Junaedi, tewas digigit Spike, anjing jenis rottweiler, Rabu (25/6) pukul 14.30 di rumah Patricia, majikan Susan. Kematian Amelia versi orangtua korban karena luka di kepala akibat dibenturkan oleh Spike ke lantai.

Kepada wartawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Patricia dan Susan menjelaskan, Susan yang baru bekerja sembilan bulan sebagai pembantu rumah tangga di rumah Patricia, siang itu datang bersama Amelia. Setiap pagi dan siang, Susan datang ke rumah majikannya.

Pada pagi hari, Susan mencuci dan menjemur pakaian, sore harinya mengambil jemuran dan menyetrika. Susan juga bertugas menyapu dan mencuci piring.

Biasanya, Susan yang tinggal di Pedongkelan Depan RT 05 RW 06 Kapuk, Cengkareng, itu datang sendiri. Setiap bekerja, kedua anaknya ia titipkan di rumah mertuanya.

Entah mengapa, hari itu ia membawa Amelia. Setelah mencuci piring di rumah majikannya di Jalan Melati Raya Nomor 32, RT 09 RW 10 Kapuk, Cengkareng, Susan meletakkan Amelia di anak tangga kedua dari atas. Susan pun naik dan mengambil jemuran di atas. Spike, anjing jenis rottweiler milik Patricia, ada di atas. Begitu melihat Susan yang sudah dikenalnya, Spike mengibaskan ekor dan menyambut Susan dengan sukacita.

Spike berjalan mondar-mandir sebelum akhirnya melongok dan turun ke bawah. Susan tidak curiga. Ia tidak mengira, Spike naik ke atas dan bak anjing menggendong anaknya, Spike membawa Amelia dengan cara menggigit tengkuknya.

Sesampainya di atas, Spike membentur-benturkan kepala Amelia beberapa kali ke lantai. Posisi Amelia di mulut Spike. Kondisi Amelia mengenaskan, kepalanya benjol-benjol dan sudah tidak bergerak. Wajah Amelia terlihat membengkak.

Melihat kondisi anaknya dianiaya dan dalam cengkeraman Spike, Susan langsung berteriak-teriak. Susan minta tolong. Kenya (18), putra Patricia, mendengar teriakan Susan dan segera berlari ke atas. Kenya berusaha melepaskan gigitan Spike.

Begitu terlepas, Susan pun buru-buru menggendong anaknya. Bersama Kenya, Susan membawa anaknya ke RSUD Cengkareng dengan sepeda motor. Sesampainya di sana, dokter mengatakan Amelia sudah meninggal.

Tangis Susan pun meledak. Tak berapa lama, Patricia datang dengan taksi. Ahmad, suami Susan, juga ikut menyusul. Pukul 15.30, ruang Unit Gawat Darurat RSUD Cengkareng penuh isak tangis dan kedukaan. Beberapa kali Susan sempat pingsan ketika melihat darah anaknya mewarnai pakaian dan sebagian tubuhnya.

Tetap diproses

Keluarga Susan dan Patricia sepakat untuk berdamai. Keluarga Patricia bersedia menanggung seluruh biaya rumah sakit dan akan memberi uang duka sepantasnya.

Namun, Kepala Polisi Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Iza Fadri mengatakan, tragedi itu tetap akan diproses sesuai dengan prosedur hukum.

”Saya sudah perintahkan Kapolsek Metro Cengkareng (Komisaris Sularno) agar melakukan seluruh prosedur hukum yang harus dilakukan polisi,” ujar Iza Fadri.

Jenazah tetap harus diotopsi. Polisi harus mendapat keterangan resmi tertulis hasil otopsi. Polisi juga harus mendapat penjelasan, mengapa hal itu terjadi.

”Kenapa si anjing bisa seperti itu? Apakah ada unsur kelalaian, atau mungkin si anjing terprovokasi dengan sesuatu,” kata Iza Fadri.

Iza Fadri memerintahkan Sularno untuk bertindak cermat dan berhati-hati menyelesaikan kasus ini secara hukum. ”Kalaupun ada kesepakatan damai di antara mereka, biarlah nanti majelis hakim yang menentukan. Saya sudah ingatkan, ini masalah peka,” ujar Iza. (WIN)

Share on Facebook
Nilai 4 A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: