
![]() |
Padang, Kompas - Sekitar 5.300 mahasiswa di Provinsi Sumatera Barat dipastikan menerima bantuan kegiatan mahasiswa yang disalurkan lewat Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang. Bantuan diperkirakan baru akan turun bulan September mendatang.
Rektor Universitas Andalas Musliar Kasim, Kamis (3/7), mengatakan, pihaknya mendata mahasiswa yang akan menerima bantuan ini. Kuota untuk Universitas Andalas sebanyak 3.314 orang.
”Syarat penerima bantuan ini adalah mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang belum menerima beasiswa lainnya. Tidak ada persyaratan indeks prestasi (IP) sehingga mahasiswa yang bisa menerima bantuan ini lebih banyak,” kata Musliar.
Pendaftaran dilakukan di tiap fakultas lewat Pembantu Dekan III. Bantuan yang diterima sebesar Rp 500.000 per semester, sesuai keputusan pemerintah pusat setelah menaikkan harga bahan bakar minyak.
Pembantu Rektor III Universitas Andalas Badrul Mustafa mengatakan, dana bantuan itu baru dipastikan hanya turun satu kali.
”Ada kabar akan ada tahap kedua, tetapi itu juga belum dipastikan,” kata Badrul.
Kalau bantuan itu tidak dilanjutkan pemerintah pusat, pihak kampus akan mencarikan beasiswa lain agar mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu bisa melanjutkan kuliah.
Di Universitas Negeri Padang (UNP), mahasiswa yang akan menerima bantuan khusus mahasiswa berjumlah 2.077 orang. Bantuan juga akan diberikan untuk mahasiswa nonreguler.
Kenaikan SPP
Sementara itu, Rektor UNP Mawardi mengatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan kenaikan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) untuk mahasiswa baru tahun ajaran 2008/2009.
”Besarnya kenaikan SPP masih diperhitungkan. Kemungkinan akan lebih dari 10 persen,” kata Mawardi.
Saat ini, SPP yang dibebankan kepada mahasiswa sebesar Rp 400.000 per semester untuk mahasiswa jurusan noneksakta dan Rp 450.000 untuk mahasiswa eksakta. (ART)