Senin, 8 September 2008
energi
Aset PLN Diminta Dijual untuk Bangun Pembangkit Baru
Kamis, 3 Juli 2008 | 23:34 WIB

Jakarta, Kompas - Pemerintah meminta PT Perusahaan Listrik Negara untuk menjual beberapa pembangkit yang masuk dalam program 10.000 Mega Watt tahap I maupun pembangkit yang sudah operasi di Jawa, kepada pihak swasta.

Dana yang diperoleh kemudian digunakan untuk membangun pembangkit baru. "Dengan cara ini bisa didapat dana untuk membangun pembangkit tanpa perlu meminjam. Pemerintah melihat perusahaan seperti PLN tidak sehat jika terlalu banyak pinjaman," papar Ketua Pelaksana Harian Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Batu Bara Yogo Pratomo, Kamis (3/7), seusai rapat koordinasi dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Jakarta.

PLN membutuhkan dana total 5,6 miliar dollar AS untuk proyek 10.000 Mega Watt (MW) tahap I. Perseroan masih mencari pinjaman sekitar 2 miliar dollar AS. Menurut Yogo, pemerintah mengusulkan pembangkit yang diswastakan mencapai 4.000 MW. Berdasarkan rencana program percepatan pembangunan kelistrikan tahap I, di Jawa akan dibangun 10 pembangkit dengan total kapasitas 7.272 MW.

"Teknisnya begini, misal pembangkit A ditawarkan ke swasta dengan mekanisme penawaran ulang kemudian dengan dana yang didapat, PLN membangun pembangkit baru di lokasi yang sama," kata Yogo.

Kriteria pembangkit yang ditawarkan adalah yang paling siap secara finansial. Yogo mengatakan, dengan skema itu hambatan finalisasi yang biasa dihadapi pembangkit listrik swasta tidak perlu terjadi lagi. "Bisa juga, nanti pihak swasta yang melanjutkan kewajiban pinjaman PLN ke kreditor," imbuhnya.

Tahap II

Selain proyek 10.000 MW tahap I yang ditargetkan selesai secara bertahap mulai 2009 sampai 2011, pemerintah juga mulai membahas detail pelaksanaan proyek percepatan pembangkit tahap II dengan total kapasitas 12.000MW.

Rencananya akan dibangun 22 pembangkit di Jawa dan 48 pembangkit di luar Jawa. Di Jawa akan dibangun 10 pembangkit listrik tenaga air dan 10 pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Selain tidak lagi bergantung pada bahan bakar batu bara, di proyek 10.000 MW tahap II ini, pemerintah juga melibatkan swasta.

Pemerintah akan memberikan surat dukungan (support letter) kepada kontraktor pembangkit listrik swasta. "Harapannya, dengan surat ini, kontraktor swasta akan lebih mudah memperoleh pinjaman," kata Yogo.

Proyek percepatan pembangkit tahap II itu ditargetkan sudah mulai dilelang tahun 2009 dan secara bertahap bisa selesai hingga 2015. Dalam proyek itu, PLN rencananya akan membangun tiga PLTA memanfaatkan teknologi pumped storage (air dipompa ke atas bendungan pada siang hari, kemudian pada malam hari dicurahkan untuk menggerakkan turbin). Ketiga PLTA itu adalah PLTA Cisokan 1.000 MW dan PLTA Matenggeng 885 MW (Jawa Barat), serta PLTA Grindulu 1.000 MW (Jawa Timur). (DOT/har)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort