Senin, 8 September 2008
MPRP Menangi Pemilu
Parlemen Mongolia Gelar Pertemuan Khusus
Jumat, 4 Juli 2008 | 00:39 WIB

ulan bator, kamis - Komite Pemilu Mongolia, Kamis (3/7), menetapkan Partai Revolusioner Rakyat Mongolia atau MPRP sebagai pemenang pemilu. MPRP memperoleh 47 kursi dari 76 kursi di parlemen. Oposisi Partai Demokratik mendapat 26 kursi dan sisanya diperoleh partai kecil dan independen.

Pemimpin Partai Demokratik, Tsakhia Elbegdorj, menyebut pemilu telah dicuri dan menghendaki penghitungan ulang. ”Saya sangat sedih bahwa pemilu telah dicuri sehingga harus dihitung ulang. Hasil ini salah,” katanya, Kamis.

Kecurigaan oposisi bahwa pemilu dicurangi telah memicu protes sekitar 8.000 orang di ibu kota Ulan Bator, Selasa, yang menewaskan lima orang dan melukai ratusan orang. Pemrotes juga merusak gedung, mobil, dan membakar markas MPRP.

Juru bicara Komite Pemilu, Purevdorjiin Naranbat, membantah ada kecurangan dalam pemilu, Minggu pekan lalu. ”Saya yakin ini adalah hasil akhir. Pemilu diselenggarakan dengan baik dan menurut hukum,” katanya.

”Beberapa orang tidak bisa menerima kandidat mereka kalah. Kami menghitung lagi dan lagi, tetapi hasilnya sama. Jadi, tidak ada yang salah,” kata Naranbat.

Tenang dan normal

Petugas mulai membersihkan puing-puing sisa kerusuhan, Kamis. Ulan Bator terlihat tenang memasuki hari kedua keadaan darurat yang diberlakukan Presiden Nambariin Enkhbayar. Lalu lintas mulai normal setelah lumpuh selama dua hari.

Parlemen menggelar sesi khusus membahas keadaan darurat. ”Parlemen berdebat mengenai pemberlakuan keadaan darurat oleh presiden dan telah menyetujuinya,” kata Ketua Parlemen Lundeejantsan dalam pidato yang disiarkan televisi.

Sesi tersebut juga membahas pencegahan kekerasan politik pada masa mendatang. Lundeejantsan mengatakan perlunya dibentuk pemerintahan untuk menangani urusan negara, seperti mengatasi inflasi tinggi selama satu dekade ini dan memberantas kemiskinan yang turut menjadi penyebab kerusuhan.

”Saya kira satu hal sangat jelas sekarang. Hasil pemilu tidak berubah. Mungkin akan terjadi perselisihan di beberapa daerah pemilihan, tetapi tidak mengubah hasil,” kata Chuluundorj, seorang pensiunan diplomat.

”Masyarakat telah terhasut selama dua tahun terakhir karena korupsi dan situasi rakyat yang miskin,” ujarnya. (ap/afp/reuters/fro)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort