
![]() |
Seoul, Kamis - Seorang perempuan pembelot asal Korea Utara ditemukan tewas bersama anaknya di rumahnya di Incheon, Korea Selatan. Demikian dikatakan kepolisian Korsel, Kamis (3/7), di Seoul.
Perempuan itu, berusia 39 tahun, tewas karena tikaman brutal. Putranya tewas setelah kehabisan napas karena dicekik. Jenazah kedua pembelot asal Korea Utara (Korut) itu ditemukan pada hari Selasa (1/7) di Incheon, sebelah barat Seoul.
Suami kedua perempuan Korut itu, berusia 44 tahun, dan seorang warga China keturunan Korea Selatan (Korsel) telah hilang pada hari Sabtu pekan lalu.
Perempuan dan putranya itu membelot ke Korsel pada tahun 2006 untuk menghindari kelaparan dahsyat di Korut. Perempuan tersebut kembali menikah di Korsel pada tahun 2007.
Tidak disebutkan siapa pelaku pembunuhan eks warga Korut tersebut. Akan tetapi, setiap pembelot Korut pada umumnya selalu dijagai ketat oleh aparat keamanan Korsel karena ancaman pembunuhan terhadap mereka sangat tinggi.
Diskriminasi
Pemerintah Korsel memberikan perhatian sangat besar kepada pembelot Korut. Jumlah warga Korut yang membelot ke Korsel meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan alasan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
Akan tetapi, dalam kehidupan nyata di lapangan, para pembelot tersebut sering kali menghadapi diskriminasi dan relatif sulit mendapatkan pekerjaan. (AFP/AP/DI)