
![]() |
Yangon, Kamis - Lebih dari 80 perempuan dan anak-anak korban Topan Nargis di Myanmar telah diselamatkan dari para pedagang manusia yang merencanakan untuk menyelundupkan mereka ke negara-negara tetangga, menurut laporan media pada hari Kamis (3/7).
Polisi perbatasan menangkap para pedagang itu, yang membawa para korban Topan Nargis dari Delta Irrawaddy ke daerah perbatasan, antara 11 dan 14 Juni, menurut jurnal dwi mingguan, Eleven, mengutip polisi.
Letkol Polisi Rahlyan Mone dari divisi perdagangan manusia kepolisian Myanmar mengatakan kepada jurnal yang berbasis di Yangon itu bahwa para korban yang menghadapi kesulitan hidup itu dipikat dengan tawaran pekerjaan di luar negeri oleh para pedagang manusia yang berkedok sebagai pekerja kemanusiaan.
Perdagangan manusia lintas batas, terutama ke Thailand, telah meningkat dalam tahun-tahun terakhir, sementara rakyat di salah satu negara paling miskin dunia itu mencari kesempatan di tempat lain, tetapi kerap tertipu atau terpaksa bekerja sebagai pekerja seks atau di pabrik dengan gaji sangat rendah.
Junta yang memerintah telah memperingatkan agar tidak mengeksploitasi para korban topan itu dan mendesak publik untuk melaporkan bukti perdagangan manusia.
Hari Selasa, Pemerintah Inggris mengumumkan, polisi telah menangkap 528 tersangka dalam perdagangan manusia setelah merazia 157 panti pijak dan 582 rumah. Mayoritas 167 korban perdagangan seks yang teridentifikasi adalah dari China, Asia Tenggara, dan Eropa Timur. (AP/AFP/DI)