Senin, 8 September 2008
Timur Tengah
Jerusalem Jadi Dilema Israel-Palestina
Jumat, 4 Juli 2008 | 00:40 WIB

jerusalem, kamis - Aksi penyerangan membabi-buta yang dilakukan seorang pekerja Palestina yang tinggal di Jerusalem, Rabu (2/7), membuat Israel menghadapi dilema.

Serangan yang menewaskan tiga warga Israel dan melukai 45 orang lainnya itu menjadi peringatan bagi Israel, atas kemungkinan terjadinya serangan lain oleh warga Palestina di wilayah Jerusalem yang dihuni warga Israel dan warga Palestina.

Perdana Menteri (PM) Israel Ehud Olmert, Kamis (3/7), menyerukan penghancuran rumah warga Jerusalem Timur yang melancarkan serangan terhadap warga Israel. Akan tetapi, langkah itu bisa menyulut tindakan hukum balasan dari warga Palestina di Jerusalem Timur di pengadilan-pengadilan Israel.

Wakil PM Israel Haim Ramon berpendapat, memindahkan tembok-tembok pembatas Tepi Barat dengan memasukkan desa- desa Palestina yang dianggap Israel sebagai bagian dari Jerusalem Timur, dinilai sebagai solusinya, meskipun hal itu berarti Israel mengurangi sendiri wilayah Jerusalem Timur yang diklaimnya, dan kemungkinan akan ditentang oleh para politisi Sayap Kanan Israel. Apalagi, saat ini, Israel dan Palestina tengah dalam proses membahas garis batas antara kedua pihak. ”Itu adalah desa-desa Palestina yang tidak pernah menjadi bagian Jerusalem. Tempat-tempat itu diduduki pada 1967. Tidak seorang pun warga Israel pergi ke sana,” ujar Ramon kepada radio Tentara Israel.

Tukar-menukar tawanan

Dari Beirut, kemarin, dilaporkan, para pemimpin Hezbollah mengonfirmasikan untuk pertama kalinya bahwa mereka akan menyerahkan dua tentara Israel yang mereka tawan dan memberi informasi mengenai seorang pilot Israel yang hilang, untuk ditukar dengan lima warga Lebanon yang ditawan Israel.

Pejabat-pejabat Israel meyakini kedua prajurit itu telah tewas, tetapi Sheik Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah, mengatakan bahwa dia tidak memberikan Israel indikasi apa pun mengenai nasib mereka. Dia menyebut laporan-laporan media bahwa mereka telah tewas adalah spekulasi yang tidak didasarkan hal yang kasat mata.

Pada Minggu (29/6), kabinet Israel menyetujui tukar-menukar itu meski PM Ehud Olmert mengatakan dia yakin Ehud Goldwasser dan Eldad Regev telah tewas. Mereka ditangkap pada Juli 2006 dalam serangan lintas batas Hezbollah, yang kemudian memicu perang Israel dengan Hezbollah.

Berbicara pada sebuah jumpa pers, Nasrallah mengatakan, pertukaran yang diperantarai PBB itu akan berlangsung pertengahan Juli mendatang. Dipastikan, semua tawanan Lebanon yang akan dibebaskan Israel masih hidup. (AP/AFP/Reuters/OKI)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort