Jumat, 29 Agustus 2008
Harga Minyak Lampaui 145 Dollar AS
Produksi Minyak Tidak Perlu Dinaikkan
Jumat, 4 Juli 2008 | 00:41 WIB

London, Kamis - Harga minyak melewati 145 dollar Amerika Serikat per barrel pada perdagangan Kamis (3/7) untuk pertama kalinya dalam sejarah. Kekhawatiran akan berkurangnya timbunan minyak AS dan ketegangan di kawasan Timur Tengah masih menjadi faktor terpenting yang mendorong kenaikan harga minyak.

Selain itu, pendapat dari Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Naimi yang menyatakan tidak diperlukan penambahan pasokan minyak dalam waktu dekat, juga mendorong kenaikan harga ini.

Kemungkinan, Bank Sentral Eropa menaikkan tingkat suku bunganya agar dapat mendorong pelemahan dollar AS terhadap mata uang euro karena membuat euro lebih menarik bagi investor. Akibatnya, jika dollar AS melemah, hegde fund dan investor lainnya akan memburu komoditas, seperti minyak. Permintaan minyak yang semakin banyak akan mendorong harganya lebih melambung lagi.

Pada pertengahan perdagangan di Eropa, minyak jenis light sweet untuk pengiriman Agustus harganya naik lagi, 2,28 persen, mencapai 145,85 dollar AS. Kenaikan harga ini setara dengan kenaikan 50 persen sejak akhir tahun lalu. Pada saat itu, harga minyak 96 dollar AS per barrel.

Di London, minyak jenis Brent North Sea juga sempat naik hingga mencapai 146,69 dollar AS per barrel. ”Walaupun kenaikan tingkat suku bunga di Eropa telah diperhitungkan pada harga minyak, pengumuman resmi dari ECB akan menjadi momentum kenaikan lagi harga minyak,” ujar Victor Shum, seorang analis dari Purvin & Gertz, di Singapura.

Analis dari Petrmomatrix di Swiss, Olivier Jakob, mengatakan, harga minyak yang sudah mendekati 150 dollar AS itu merupakan penggenapan dari perkiraan Morgan Stanley. Firma keuangan itu sebelumnya memperkirakan harga minyak akan mencapai 150 dollar AS tahun ini.

Walaupun sudah ada kekhawatiran bahwa kurangnya produksi minyak akan menjadi pendorong kenaikan harga, Menteri Perminyakan Arab Saudi mengatakan bahwa produsen minyak utama OPEC tidak berniat meningkatkan produksi.

Akan tetapi, Menteri Ali Naimi menyatakan prihatin atas kenaikan harga dan menyatakan Arab Saudi bersedia menaikkan produksi jika kerajaan itu melihat ada kesempatan serta pasokan tidak lagi dapat memenuhi permintaan.

Menurut Ali, semua pembeli cukup puas dan senang. Akan tetapi, dia juga menekankan siap memompa minyak lebih banyak lagi jika ada pembeli.

Protes

Eksekutif Utama Gazprom (Rusia), Alexei Miller, kembali mengingatkan harga minyak bisa mencapai 250 dollar AS per barrel. Namun, dia tidak menyebutkan alasannya.

Akibat kenaikan harga minyak, ratusan pengemudi truk memarkir truk-truk mereka di depan gedung parlemen Inggris, memprotes kenaikan harga minyak. Di India, pengemudi truk masih mogok juga karena menentang kenaikan harga bahan bakar.

Para pengemudi truk itu lebih banyak beristirahat dibanding berteriak-teriak di jalan. Dampak pemogokan di India ini baru dirasakan mereka yang ingin membeli buah-buahan, seperti mangga dan pisang, karena harganya sedikit naik akibat tidak ada pasokan.

Ekonomi India tergantung pada jutaan truk yang berseliweran di jalan-jalan raya karena mereka mengangkut berbagai macam komoditas. (AP/AFP/joe)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort