
![]() |
beijing, kamis - China memperingatkan agar pertemuan para pemimpin delapan negara industri (G-8) tidak hanya sebatas membicarakan target jangka panjang untuk mengatasi masalah perubahan iklim global, tetapi juga memutuskan tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk jangka pendek dan jangka menengah.
Hal itu disampaikan Su Wei, Dirjen Pusat Pengarah masalah Perubahan Iklim China, tiga hari menjelang pelaksanaan KTT G-8 di Hokkaido, Jepang, 7-9 Juli.
Dia menanggapi keengganan Jepang sebagai tuan rumah untuk mengajak negara-negara G-8 menetapkan target jangka pendek dan menengah dalam penanganan perubahan iklim.
Kepada Kompas di Tokyo, belum lama ini, Koordinator Kebijakan Jepang untuk Isu-isu Global, Koji Tsuruoka, menjelaskan, pada pembicaraan mengenai masalah perubahan iklim, para pemimpin G-8 memang hanya diharapkan bisa menyepakati target pengurangan emisi jangka panjang. Target jangka panjang itu dinilai sebagai pijakan untuk kemudian membicarakan target jangka menengah pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
”China mempunyai sikap terbuka untuk mendiskusikan masalah apa pun untuk merespons perubahan iklim,” ujar Su.
Dia mengatakan, negara-negara maju harus menunjukkan kepemimpinan dalam mengurangi emisi dan alih teknologi pengurang emisi. China secara sukarela tengah menyiapkan target pengurangan emisinya.
Banyak kalangan meyakini, pesatnya pembangunan di China, kini, telah menjadikan negara itu sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, menyusul Amerika Serikat. Meski dalam hitungan per kapita penduduk, China masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata- rata negara maju. Oleh karena itulah, sejumlah negara maju juga menginginkan China agar membuat komitmen tegas untuk mengurangi emisinya.
”Kita harus fokus pada hal nyata, hal praktis berjangka lebih pendek dan tindakan-tindakan untuk jangka menengah. Pembicaraan kosong mengenai tujuan- tujuan jangka panjang tidak akan menghasilkan sesuatu yang penting untuk menangani perubahan iklim,” tutur Su Wei.
Sengketa Jepang-Rusia
Sebagai tuan rumah KTT G-8, Jepang, kemarin, membantah akan membawa sengketa sejumlah pulaunya dengan Rusia ke pertemuan G-8.
Penegasan itu disampaikan Jepang menanggapi kemarahan Rusia atas kepemimpinan Jepang sebagai tuan rumah, yang menganggap Jepang melanggar perannya dengan membawa masalah bilateral ke forum itu.
Seorang pejabat Jepang mengatakan, Perdana Menteri Yasuo Fukuda hanya akan mengangkat masalah itu pada pertemuan dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan tidak pada KTT G-8. (AP/AFP/Reuters/OKI)