Jumat, 29 Agustus 2008
SNMPTN
Seorang Peserta Diserahkan ke Polisi
Jumat, 4 Juli 2008 | 00:44 WIB

Solo, Kompas - Seorang peserta seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri di Kota Solo, Jawa Tengah, berinisial ES, diserahkan kepada polisi karena diduga melakukan kecurangan. Dia menerima kiriman jawaban lewat hubungan telepon saat ujian materi IPA Terpadu, Kamis (3/7).

ES tertangkap basah tengah mendengarkan jawaban soal melalui headset yang tersambung ke telepon seluler yang ditutup penutup kepala. Dia tidak sadar menyetel fasilitas pengeras suara sehingga orang lain mendengar.

Kecurangan itu diungkapkan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Moch Syamsulhadi seusai pelaksanaan hari kedua SNMPTN. UNS menjadi panitia lokal 44 SNMPTN, kemarin.

Menurut Syamsulhadi, kecil kemungkinan soal SNMPTN keluar dari lokasi ujian. Ia menduga, ada jaringan yang bermain dan melibatkan panitia yang lokasinya belum diketahui karena ujian digelar di banyak daerah.

Terkait kasus 11 peserta dengan nomor peserta ganda di hari pertama SNMPTN, diketahui tidak mengarah ke perjokian. Hanya satu yang mengikuti ujian dan membawa identitas asli.

Di Purwokerto, seorang peserta pingsan saat ujian di Universitas Jenderal Soedirman. Andaru WP, asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, keluar dari ruangan 15 menit setelah ujian dimulai. ”Perut saya sakit. Kepala juga pusing,” ucapnya.

337 peserta tak hadir

Sebanyak 337 dari 12.181 peserta SNMPTN di Yogyakarta tidak hadir di hari pertama, tanpa memberikan keterangan sebelumnya.

Di Yogyakarta, lokasi SNMPTN ada 32 tempat. ”Ke-337 peserta itu tak hadir dan tak memberi keterangan sebelumnya,” ujar Koordinator Panitia Lokal SNMPTN DIY, Moch Slamet.

Sementara itu di Bandung, kuota penerimaan melalui jalur ini dikurangi, sedangkan kuota dari seleksi mandiri diperbanyak.

Institut Teknologi Bandung, misalnya, tahun ini menyediakan 1.080 kursi-SNMPTN dan 1.418 dari jalur mandiri. Perbandingan kuota jalur mandiri dengan SNMPTN adalah 60 : 40. Terbalik dari tahun sebelumnya. Kondisi senada terjadi di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Wakil Rektor Bidang Akademik ITB Adang Surahman beralasan, pengurangan kuota SNMPTN dimaksudkan menyesuaikan tren peminat. (A11/MDN/EKI/JON)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort