Jumat, 29 Agustus 2008
BAHASA
Kondusif
Jumat, 4 Juli 2008 | 03:00 WIB

ALFONS TARYADI

Ketika membaca kata kondusif muncul beberapa kali di Kompas pada awal Juni lalu, saya teringat akan almarhum Prof Dr Fuad Hassan. Saat terakhir saya mendengar suaranya ialah ketika ia mengkritik penggunaan secara kurang tepat beberapa kata serapan asing dalam bahasa Indonesia, misalnya kata kondusif. Itu terjadi dalam seminar tentang Draf RUU Kebahasaan pada 21 September 2006 di Pusat Bahasa, Daksinapati, Rawamangun.

Di situ mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang psikolog dan pemikir itu menuturkan bahwa kondusif berasal dari kata bahasa Inggris conducive yang berarti ’bersifat menyumbang, membantu ke arah keadaan tertentu’. Kata tersebut selalu diikuti preposisi to (untuk, terhadap). Menurut Fuad, kondusif hanya bisa dipahami dengan imbuhan keterangan untuk atau terhadap apa. Ini berarti bahwa kondusif bisa mendukung ke arah sesuatu yang positif atau sesuatu yang negatif.

Arti kondusif seperti yang disampaikan oleh Fuad ini saya anggap lebih mengena daripada arti kondusif dalam Kamus Kata-kata Serapan Asing dalam Bahasa Indonesia (2003) JS Badudu, yakni ’memiliki peluang seperti yang diinginkan, mempunyai peluang yang mendukung keberhasilan (usaha, pekerjaan, tindakan)’. Keterangan seperti itu bisa membuat orang menyimpulkan bahwa kondusif hanya semata-mata bermakna positif seperti tampak dari arti kondusif menurut Eko Endarmoko dalam Tesaurus Bahasa Indonesia (2006), yakni ’kontributif, membantu, mendukung, sehat’.

Coba kita periksa arti kondusif dalam beberapa buku referensi. Menurut Echols dan Hassan Shadily (1995), dalam Kamus Inggris-Indonesia, conducive adalah kata sifat yang berarti ’mendatangkan, menghasilkan, mengakibatkan’. Exercise is conducive to good health, ’Latihan mendatangkan kesehatan yang baik’. Pada Webster’s Third New International Dictionary, conducive berarti ’tending to promote’ (cenderung mendukung), a dry season is conducive to forest fires ’musim kemarau kondusif untuk kebakaran hutan’. Oxford Wordpower Dictionary memberi contoh: This hot weather is not conducive to hard work ’Cuaca panas ini tidak kondusif untuk kerja keras’. Dari contoh-contoh itu tampak bahwa kondusif tidak bisa berdiri sendiri.

Jadi, bisa dibenarkan penggunaan kondusif dalam kalimat ”Kondisi ini tidak kondusif untuk pendidikan” dalam berita ”Soal Perbukuan Digugat” (Kompas, 5/6/2008). Sementara itu, tidaklah tepat penggunaan kata kondusif dalam judul berita ”Properti Masih Kondusif” (Kompas, 7/6/2008), dan ”Petamburan Kondusif” (Kompas, 5/6/2008).

Kritik ini juga berlaku untuk saya sendiri sebab sebagai editor, saya meloloskan kalimat ”Ikut serta mencerdaskan kehidupan melalui penciptaan iklim yang kondusif...” dalam artikel Arselan Harahap, ”Visi dan Misi Ikatan Penerbit Indonesia IKAPI”, pada Buku dalam Indonesia Baru (1999).

Terima kasih, Prof Dr Fuad Hassan.

ALFONS TARYADI Pengamat Bahasa Indonesia

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort