
![]() |
TOMOHON, KOMPAS - Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sepanjang hari Kamis (3/7) bertabur bunga. Tomohon Flower Festival yang digelar sebagai puncak Tournament of Flowers sukses menyedot sekitar 20.000 wisatawan lokal, Nusantara, dan mancanegara. Hingga pukul 20.00 WIT, arus kendaraan di ”Kota Bunga” itu macet.
Sekitar 20.000 pengunjung memadati kedua sisi jalan sepanjang 6,55 kilometer yang dilewati kendaraan hias. Ribuan wisatawan memanfaatkan Tomohon Flower Festival ini untuk berfoto. ”Ini kesempatan sekali setahun berfoto dengan kendaraan hias bunga yang indah dan membanggakan,” kata Rita Adiningrat dari Jakarta.
Hingga kemarin malam, areal pameran 46 kendaraan hias bunga di Lapangan Rindam, di pusat Kota Tomohon, itu masih padat. Pawai dengan selingan sekitar 23 kelompok drum band itu dibuka Ny Mufidah Jusuf Kalla, ditandai pemukulan tetengkoren, sejenis kentungan. ”Saya sangat terkesan dengan antusiasme masyarakat,” kata istri Wakil Presiden itu.
14 juta kuntum bunga
Pawai bunga itu menghabiskan sedikitnya 14 juta kuntum bunga dari berbagai jenis dan harga. Tampilan yang amat beragam menggambarkan ikon wisata setiap kabupaten/kota peserta.
Banjarmasin, misalnya, menampilkan bentuk burung elang, Kota Padang menampilkan rumah gadang dan jam gadang, serta beragam flora dan fauna lain yang khas di setiap daerah.
Satu kendaraan hias sedikitnya menghabiskan dana Rp 30 juta. ”Belum termasuk sewa mobil,” kata Sekretaris Koperasi Tani Bunga Payus Simon Rampengan.
Wisatawan dari Jakarta, Rita Maxi, menilai, festival ini akan memosisikan Tomohon sebagai Pasadena-nya Indonesia jika setiap tahun digelar.
Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar mengatakan, festival itu bertujuan mempromosikan potensi Tomohon sebagai Kota Bunga dan industri pendukungnya.
”Tahun 2008, target wisatawan asing 6,4 juta. Saya optimistis bisa lampaui target menjadi 7 juta. Tahun 2007, dari 5,5 juta wisatawan asing, 1,7 juta di antara mereka mengunjungi Bali. Sulut baru didatangi sekitar 50.000 wisatawan asing. Kunjungan ke Sulut akan meningkat pesat dengan catatan bupati/wali kota semakin kreatif menggali potensi dan terus menggalakkan sadar wisata,” katanya. (NAL/ZAL)