
![]() |
Temanggung, Kompas - Seorang ibu, Sarmini (35), dan anaknya, Sigit Budiarto (9), Kamis (3/7), ditemukan tewas dengan luka bacokan di leher. Korban lainnya yang juga ditemukan di rumah yang terletak di Dusun Mulyosari, Desa Dlimoyo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, itu adalah Rukini (60), ibu mertua Sarmini.
Rukini mengalami luka bekas bacokan di sekujur tubuhnya dan kemarin masih dirawat di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo, Kecamatan Parakan, Temanggung, dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.
Menurut penuturan Wulan (14), anak pertama Sarmini, kepada Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Dlimoyo, Muharmawi, peristiwa ini bermula dari kehadiran Lilik (35), anak bungsu Rukini. Saat itu Lilik meminta uang kepada Rukini, tetapi tidak dipenuhi.
”Lilik kemudian mengamuk dan menganiaya ibunya (Rukini). Sarmini yang berupaya mencari pertolongan dan Sigit, yang menangis histeris melihat kejadian itu, akhirnya ikut menjadi korban,” kata Muharmawi.
Ia menambahkan, Wulan hingga kemarin belum bisa diminta penjelasan lebih rinci. Ia sangat terpukul dengan kejadian itu.
Di rumah tersebut, kata Muharmawi, Rukini yang sudah menjanda tinggal bersama Sarmini, Sigit, dan Wulan. Suami Sarmini (anak ketiga Rukini) saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kendal. Lilik pun saat ini pun masih menjalani hukuman di LP Ambarawa.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Temanggung Ajun Komisaris Andis Arfan Tofani mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
”Kami belum menemukan pelaku dan motif pembunuhan. Dari hasil penyelidikan, di rumah korban sama sekali tidak ditemukan barang yang hilang. Kesimpulan sementara, kasus ini bukan berlatar belakang perampokan atau pencurian dengan kekerasan,” katanya. (egi)