
![]() |
Yogyakarta, Kompas - Perhelatan Babad Kampung mulai hari ini, Jumat (4/7), akan menyemarakkan gelaran Festival Kesenian Yogyakarta atau FKY XX 2008. Ini akan menjadi festival kesenian warga kampung yang mengangkat sejarah kampung tersebut.
Koordinator Program Babad Kampung FKY XX 2008 Yoshi Fajar Kresnomurti, Kamis, di Yogyakarta, menuturkan ada sembilan kampung yang terlibat dalam Babad Kampung. Setiap kampung akan mementaskan seni tradisional atau modern yang diolah menurut kisah dan sejarah kampung itu.
Masing-masing kampung akan mementaskan seni pertunjukan yang ada di kampung itu, misalnya ketoprak, wayang orang, atau drama modern, dan keroncongan. Semuanya ini diolah menurut kisah dan sejarah masing- masing kampung itu, tutur Yoshi.
Ada sembilan kampung yang berpartisipasi, yaitu kampung Ledhok Tukangan, Samirono, Kotagede, Suryowijayan, Mergangsan Kidul, Pandeyan, Kricak, Minggiran, dan Pajeksan. Perhelatan Babad Kampung akan digelar berturut-turut secara bergiliran di masing-masing kampung tersebut, mulai 4 Juli hingga 3 Agustus 2008.
Sembilan kampung itu dipilih karena memiliki kisah yang khas dan mewakili dinamika kehidupan perkampungan di Yogyakarta. Ia mencontohkan, Kampung Kotagede dipilih karena Kotagede merupakan kampung tua di Yogyakarta yang berkaitan erat dengan sejarah Keraton Yogyakarta. Beberapa kampung di Yogyakarta karakternya diwarnai tiga sungai besar yang melintas; Code, Winongo, dan Gajahwong.
Karena itu, kami juga memilih kampung di pinggiran sungai-sungai itu, misalnya Kricak dan Mergangsan Kidul, ucapnya. Yoshi menuturkan, warga kampung sendiri yang akan terlibat mengisi setiap pertunjukan. Bahkan, warga juga menyiapkan dana mandiri untuk acara Babad Kampung. Menurut Yoshi, selama 20 tahun keberadaan FKY, warga kampung masih belum banyak tahu tentang FKY.
Selama 20 tahun, FKY selalu terpusat di Benteng Vredeburg atau Taman Budaya. Warga tahunya FKY itu acaranya seniman. Masyarakat tidak banyak tahu. Nah, Babad Kampung ini menjadi ruang kolektif yang bisa dimasuki orang-orang biasa untuk pentas berkesenian, ujar Yoshi. Anton Subiyanto, panitia Program Babad Kampung, menambahkan rangkaian acara yang akan digelar, seperti pasar tiban, pasar makanan tradisional, dolanan bocah, lomba-lomba kampung, band-band remaja, keroncongan, wayang cangkem, singiran macapatan, serta pentas-pentas ketoprak, dagelan, operet, dan teater. (RWN)