
![]() |
Oleh Muawanah
Setiap menjelang tahun ajaran baru, orang tua di negeri ini banyak yang resah. Orang tua bukan saja harus memenuhi kebutuhan biaya pendidikan yang tidak kecil, tetapi juga resah memilih sekolahan yang dirasa pas untuk anak-anak.
Keresahan demikian dapat terjadi oleh banyak hal yang terkadang bertolak belakang. Pertama, ada yang sulit mendapatkan uang, tetapi anaknya harus sekolah di tempat yang pas untuknya sehingga tidak bisa sekolah karena tidak bisa membayar. Kedua, ada yang punya uang, atau berlebih, tetapi anaknya tidak pas kalau harus sekolah di tempat yang diinginkan anak maupun orang tuanya karena alasan kemampuan akademik.
Ketiga, sudah sulit karena tidak punya uang, kemampuan akademik anaknya juga tidak cukup untuk memenuhi syarat dapat sekolah di tempat yang diinginkan, tetapi ada keinginan dapat menyekolahkan anak di sekolah yang pas. Keempat, uang ada dan kemampuan akademik anak memenuhi syarat untuk sekolah di sekolah pilihan, tetapi persaingan ketat dan kebijakan yang tidak bijaksana dari pemerintah memunculkan pesimisme berlebihan.
Alasan-alasan itulah yang membuat banyak orang tua resah. Keresahan itu sebuah pelajaran bagi semua pihak, termasuk pemerintah. Pemerintah saatnya segera mencanangkan program educations planning atau rencana pendidikan yang baik bagi seluruh warga, terutama bagi setiap keluarga. Program itu penting artinya sebagai sarana menyadarkan warga untuk menyiapkan diri sejak dini terkait urusan pendidikan. Terlebih pendidikan untuk anak-anak sebagai generasi penerus yang diharapkan dapat lebih baik dari orang tuanya.
Dalam educations planning, orang tua bukan saja harus mulai menabung dan mengajarkan budaya disiplin, rajin belajar agar sukses dalam sekolah demi masa depan. Anak juga harus diajarkan punya tanggung jawab dan kemandirian yang baik terhadap masa depannya, termasuk mandiri dalam memilih sekolah yang sesuai keinginan dan kemampuan. Bukan karena gengsi.
Dukungan moral orang tua mutlak ada di samping pola hidup sehat dan tidak boros agar kebutuhan ekonomi pendidikan dan masa depan keluarga bisa terpenuhi sekaligus terus membaik. Kalau tidak, dikhawatirkan bisa-bisa uang untuk kebutuhan pendidikan habis digunakan membiayai perawatan orang tua yang sakit berat atau berlarut-larut. Pola hidup yang boros juga tidaklah akan menguntungkan.
Untuk mendukung semua itu, pemerintah juga sudah seharusnya punya komitmen yang tinggi dalam menjabarkan komitmen pada Pasal 31 UUD 1945. Pemerintah harus cakap, cerdas, dan adil memihak kepada semua warga dalam urusan pendidikan.
Pemerintah harus dapat memperbaiki instrumen pendidikan yang ada agar betul-betul mampu mendukung upaya pencerdasan kehidupan anak bangsa. Pemerintah harus menyediakan sarana prasarana yang baik dan tidak bercelah atau berunsur penyimpangan di dalamnya. Jangan ada korupsi di bidang pendidikan.
Berikan dukungan yang baik dan cukup bagi kebutuhan ekonomi warga masyarakat secara adil untuk memenuhi kebutuhan bidang pendidikan. Janganlah banyak program bidang pendidikan, tetapi bidang pendidikan justru makin mahal dan membuat resah warga masyarakat saja. Jelasnya, pemerintah jangan mengomersilkan bidang pendidikan dengan berbagai dalih karena hal itu hanya membuat derita yang lemah makin parah saja.
Muawanah Mahasiswi Fakultas Pendidikan Agama Islam Undaris Ungaran, Semarang