
![]() |
Padang, Kompas - Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi meminta pihak Perusahaan Listrik Negara untuk menghindari pemadaman listrik pada bulan puasa karena akan mengganggu ibadah masyarakat Muslim. Dia berharap pemadaman bergilir selesai sebelum puasa.
”Saya sudah meminta ke PLN agar jangan sampai ada pemadaman listrik pada bulan puasa. Bulan puasa listrik harus disiagakan betul, jangan sampai ada pemadaman lagi,” kata Gamawan, Kamis (3/7), kepada wartawan.
Pemadaman bergilir sudah berlangsung di Sumatera Barat sejak Mei, terutama pada saat beban puncak antara pukul 18.00 dan 04.00. Pihak PLN memperkirakan pemadaman masih terjadi sampai September mendatang karena ada pemeliharaan sejumlah pembangkit dan penyusutan debit air untuk PLTA.
Gamawan meminta pemadaman lampu jalan dan taman diprioritaskan sebelum memadamkan listrik di kawasan bisnis dan perumahan masyarakat.
Hingga kini, Gamawan mengaku belum mendapatkan keluhan dari para investor terkait pemadaman bergilir itu. ”Pemadaman terjadi sementara waktu saja, sampai awal September. Setelah itu, Sumbar dapat tambahan pasokan listrik dari Sumatera Selatan,” ujarnya.
Tentang keterbatasan suplai batu bara untuk PLTU, Gamawan menegaskan masalah itu merupakan persoalan internal PLN. (ART)