
![]() |
BALIKPAPAN, KOMPAS - Dua medali emas perdana Pekan Olahraga Nasional XVII di Kalimantan Timur jatuh ke Kontingen Jawa Barat. Dua medali tersebut disumbangkan Grand Master Susanto Megaranto dan Master Internasional Wanita Irene Kharisma yang memenangi nomor catur cepat putra dan putri, Jumat (4/7).
Kemenangan Grand Master (GM) Susanto ini sesuai prediksi. Hingga tujuh babak yang dipertandingkan, Kamis, Susanto mengumpulkan nilai sempurna. Susanto dipaksa remis, Jumat, saat berhadapan dengan Master Nasional Joko Santoso dari Jawa Tengah pada babak delapan.
Hingga babak sembilan selesai dipertandingkan di Hotel Tarakan Plaza, Susanto mengantongi nilai 8,5, mengungguli pecatur tuan rumah Kalimantan Timur, Irwanto Sadikin, yang meraih nilai 8. Medali perunggu jatuh ke tangan Danny Juwanto dari DKI Jakarta dengan nilai 6,5.
Pada nomor catur cepat putri, Irene keluar sebagai juara setelah unggul 0,5 poin dari pecatur tuan rumah, Dewi AA Citra, yang mengantongi nilai 7. Medali perunggu menjadi milik pecatur DKI Jakarta, Evi Lindiawati, dengan nilai 6,5. Irene kehilangan kesempatan mengumpulkan angka sempurna karena kalah dari Dewi pada babak kedua dan remis saat menghadapi pecatur Bali, Kadek Iing Dwijayanti, pada babak kedelapan.
Meskipun kedua pecatur ini sudah dipastikan menjuarai nomor catur cepat, mereka belum bisa menerima medali. Menurut Sekretaris Panitia Pelaksana Pertandingan PON XVII Cabang Catur Riza A Siregar, pengalungan medali akan dilakukan setelah upacara pembukaan. ”Pengalungan medali hanya simbolis. Namun, penghitungan medali sudah langsung dimulai,” katanya.
Pada cabang bridge, yang juga dilangsungkan di Tarakan, pertandingan pasangan campuran berlangsung ketat hingga babak keenam.
Dijaga ketat
Stadion Utama Palaran Samarinda akan dijaga ketat saat acara pembukaan PON XVII Kalimantan Timur 2008, Sabtu (5/7) petang. ”Dari Kepolisian Wilayah Kota Besar Samarinda dan Kepolisian Daerah Kalimantan Timur ada 1.700 personel. Belum lagi dukungan pengamanan dari kesatuan lain, seperti Brigade Mobil,” kata Kepala Polwiltabes Samarinda Komisaris Besar N Simbolon, Jumat.
Acara pembukaan akan dimeriahkan atraksi kesenian dan pesta kembang api yang terbuka bagi kontingen dan masyarakat umum. Mereka dapat menyaksikan perhelatan akbar di stadion berkapasitas 30.000 orang itu. ”Pintu masuk utama hanya untuk presiden, pejabat, panitia, dan kontingen peserta pembukaan. Masyarakat umum diarahkan lewat pintu lain,” kata Simbolon.
Untuk antisipasi, penonton yang masuk juga akan melewati tiga kali pemeriksaan. Penonton diharapkan tidak membawa benda yang membahayakan.
Kepala Penerangan Komando Daerah Militer VI/Tanjungpura Letkol (Inf) Andi Suyuti mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan. ”Pengamanan presiden sudah memiliki prosedur tetap, seperti lapis pengamanan dari ring satu hingga ring tiga,” kata Andi. (GAL/LSD)