
![]() |
Mataram, Kompas - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, yang juga Wakil Presiden, Muhammad Jusuf Kalla yakin ada yang bermain secara gelap dan negatif sehingga terjadi penurunan tingkat partisipasi pemilih dalam setiap pemilihan langsung kepala daerah yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum daerah.
Demikian disampaikan Kalla saat bersilaturahmi dengan kader dan jajaran pengurus Partai Golkar di Kantor DPD Partai Golkar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (4/7).
Contoh terakhir, kata Kalla, adalah pilkada di Jawa Tengah yang tingkat partisipasi pemilihnya hanya 56 persen. Dengan kasus Jawa Tengah tersebut, setiap mesin partai politik harus bekerja keras dan optimal untuk meningkatkan partisipasi pemilih kembali, khususnya dalam Pemilu 2009.
Menurut Kalla, mesin partai juga harus dapat menjaga pemilih yang sudah memiliki keyakinan untuk memilih dan meyakinkan masyarakat yang belum memiliki keyakinan untuk ikut memilih.
”Pasti ada saja yang ’bermain’ secara gelap dan negatif agar tidak memilih. Nah, itulah yang harus dijelaskan oleh mesin partai. Di situlah mesin partai harus bekerja dengan baik dan benar,” ujar Kalla.
>k /cmac=9/< Kalla juga mengingatkan pentingnya satu suara pemilih dalam pilkada agar tidak terjadi konflik seperti yang terjadi pada pilkada Provinsi Maluku Utara, di mana selama hampir delapan bulan masalahnya belum selesai hingga kini akibat perbedaan suara pemilih.
Jusuf Kalla didampingi oleh sejumlah pimpinan Partai Golkar, di antaranya Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Soemarsono. (HAR)