Jumat, 29 Agustus 2008
Perguruan Taman Siswa Terancam Runtuh
Sabtu, 5 Juli 2008 | 00:40 WIB

Yogyakarta, Kompas - Dari tahun ke tahun, Perguruan Taman Siswa terus mengalami kemunduran dari segi peminat dan peran. Tanpa ada upaya perbaikan dan perubahan, Taman Siswa diperkirakan akan collapse dalam lima tahun ke depan. Kini, Taman Siswa tidak lagi dianggap sebagai sekolah berkualitas. Suara Taman Siswa juga sudah tidak diperhitungkan lagi oleh para penentu kebijakan pendidikan nasional.

”Pemikiran Ki Hadjar Dewantara harus ditulis ulang agar bisa diikuti oleh generasi muda. Program perbaikan Taman Siswa dalam waktu dekat jangan mengejar perbaikan kualitas, tetapi kuantitas dulu,” ujar pakar pendidikan, Darmaningtyas, pada sarasehan bertajuk ”Peran Taman Siswa dalam Pendidikan, Kebudayaan, dan Pembangunan Masyarakat, Jumat (4/7) di Yogyakarta.

Dari segi jumlah, kini hanya ada 45.000 murid di semua jenjang Perguruan Taman Siswa. Dulu sempat mencapai 11.000 murid di tahun 1936. Generasi muda yang lahir setelah 1980-an cenderung hanya mengenal nama Ki Hadjar Dewantara sebagai pendiri Taman Siswa.

Perguruan Taman Siswa, dari Taman Indira setingkat taman kanak-kanak hingga Taman Madya setara sekolah menengah atas, juga kian sulit ditemukan karena banyak yang tutup. Padahal Perguruan Taman Siswa pernah berperan besar dalam mencerdaskan dan memerdekakan bangsa.

Kemunduran itu berlangsung sejak ditangkapnya para pemikir kritis nonkomunis dari Taman Siswa pada 1965. Seiring berjalannya waktu, manajemen Taman Siswa juga dinilai tidak mampu mengimbangi perkembangan sekolah negeri dan swasta yang membaik. Reformasi di tingkat satuan pendidikan dan tatanan organisasi, menurut Darmaningtyas, perlu dilakukan. (WKM)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort