
![]() |
Jakarta, Kompas - Perusahaan konstruksi PT Wijaya Karya Tbk segera memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Kalimantan Selatan dengan kapasitas 2 x 65 megawatt. Pembangunan PLTU senilai Rp 1,4 triliun itu diharapkan selesai pada April 2010.
Direktur Utama Wika Bintang Perbowo, Jumat (4/7), mengatakan, PLTU Kalsel akan memasok listrik ke Kalsel dan Kalimantan Tengah. Diharapkan, PLTU itu dapat mengatasi masalah pasokan listrik di kedua provinsi tersebut yang selama ini kerap mengalami gangguan. ”Bagi Wika, ini merupakan komitmen untuk menyukseskan program pemerintah,” kata Bintang.
Kalimantan Selatan dengan jumlah penduduk hampir 4 juta jiwa setiap harinya membutuhkan pasokan listrik sebanyak 260,95 MW. Selama ini, listrik sebanyak itu dipasok oleh dua unit PLTU Asam-asam dengan kapasitas 126 MW, tiga unit turbin PLTA Riam Kanan yang ber kapasitas 28,5 MW, dan 29 unit pembangkit listrik tenaga diesel berkapasitas 86,45 MW. Apabila salah satu pembangkit itu bermasalah, pasokan listrik ke masyarakat kerap terganggu.
Untuk membangun PLTU Kalsel, Wika bekerja sama dengan Chengda Engineering Corporation of China. Kemarin, Wika dan Chengda telah menandatangani kesepakatan kerja sama.
Selain proyek PLTU di Kalimantan Selatan, Wika juga akan membangun sejumlah PLTU lainnya di berbagai wilayah Indonesia dengan total kapasitas 4.806 MW. Proyek-proyek itu merupakan bagian dari program pemerintah untuk membangun PLTU dengan total kapasitas 10.000 MW. (REI)