
![]() |
Medan, Kompas - Sebanyak enam warga Desa Lolowau, Kecamatan Lolowau, Kabupaten Nias Selatan, tewas setelah menenggak minuman keras bercampur aneka bahan minuman. Mereka diduga keracunan setelah mengonsumsi minuman secara berlebihan. Dua warga lain dikabarkan kritis.
”Kami semua tidak menyangka bisa begini. Warga yang minum mati beruntun dalam waktu dekat. Sudah biasa orang minum pada saat pesta, tetapi orang meninggal karena minuman ini kejadian pertama di tempat kami,” kata tokoh masyarakat Lolowau, Ama Viktor Waruwu, yang dihubungi dari Medan, Selasa (8/7).
Dia mengatakan, warga membeli minuman keras itu di kedai sekitar mereka untuk meramaikan pesta pernikahan seorang kerabat di Lolowau.
Mereka yang meninggal antara lain Memiorius Bu’ulolo (33), Welfrim Bu’ulolo (38), Faigizaro Bu’ulolo (45), Paustinema Giawa (45), Pelita Halawa (30), dan Yanuaeli Luru (35).
Saat pesta di akhir Juni itu belum ada tanda-tanda membahayakan. Namun, beberapa hari setelah pesta warga yang minum muntah darah dengan suhu tubuh tinggi. Hari Jumat (27/6) Memiorius meninggal dunia. Warga lalu menggelar pesta kematian Memiorius. Sebagian dari mereka menenggak minuman yang sama.
Selanjutnya hari Rabu (2/7) duka kembali menyapa Lolowau. Kali ini Welfrim, Faigizaro, dan Paustinema meninggal dunia. Pada 3 Juli, korban berikutnya jatuh, Yanueli, dengan penyebab yang sama. Lalu disusul Pelita pada 4 Juli. Dua orang dalam keadaan kritis atas nama Fatigiduru Bu’ulolo (70) dan Amayeni Luru (28). Mereka kini dirawat pihak keluarga. (NDY)