
![]() |
Bekasi, Kompas - Seorang pembantu rumah tangga di Kabupaten Bekasi, Tt (22), diperkosa oleh penjahat yang sekaligus merampok rumah majikannya di kompleks Tropicana Garden, Jababeka, Cikarang Timur. Perampokan disertai pemerkosaan terhadap pembantu rumah tangga itu terjadi Senin (7/7) petang.
Peristiwa itu baru terungkap setelah majikan Tt pulang pada Senin malam dan menemukan Tt dalam keadaan terikat dan lemas di kamarnya. Malam itu juga perampokan disertai pemerkosaan di kawasan hunian elite tersebut dilaporkan ke Kepolisian Sektor Cikarang Timur.
Sampai Selasa kemarin, Tt (22) dirawat di klinik Kepolisian Resor Metropolitan Kabupaten Bekasi, sekaligus dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Metro Kabupaten Bekasi. Dari pengakuan Tt kepada polisi, perampok itu berjumlah tiga laki-laki yang menggunakan kain penutup muka.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Kabupaten Bekasi Ajun Komisaris Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kawanan perampok itu membawa kabur satu komputer jinjing, satu telepon genggam, dan uang sebesar Rp 100.000 milik Tt. Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua petugas satuan pengaman di kompleks perumahan elite tersebut.
Polisi juga telah mengamankan lima pekerja bangunan yang tinggal di kompleks yang sama dengan rumah yang dirampok itu, tetapi terpisah kira-kira lima blok dari rumah korban. Kelima pekerja bangunan itu hingga kemarin petang juga masih diperiksa di Polres Metro Kabupaten Bekasi, walaupun dari keterangan Tt, ciri-ciri mereka tidak seperti tiga penjahat yang merampok rumah majikannya.
Kompleks Tropicana Garden yang berada di kawasan Kota Jababeka memiliki dua pintu masuk dan keluar, tetapi aksesnya dijaga petugas satuan pengaman kompleks. Untuk masuk ke kompleks perumahan ini harus mendapatkan izin atau memiliki kartu akses.
Pemilik salon dianiaya
Di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Salim alias Tuti (45), pemilik Salon Tuti di Kampung Siluman, Jalan Raya Mangunjaya, ditemukan nyaris pingsan dengan kepala bersimbah darah, Selasa pagi. Menurut Saiful, keponakan Tuti, selain dianiaya hingga luka parah, Tuti juga dirampok karena sejumlah uang miliknya diketahui hilang.
”Dia (Tuti) lagi banyak duit karena habis merias di tiga tempat,” kata Saiful ketika ditemui di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Kartika Husada, Tambun Selatan, tempat Tuti dirawat.
Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tambun Inspektur Satu Oman Suhendra mengatakan, peristiwa tersebut masih diselidiki apakah penganiayaan atau perampokan yang disertai penganiayaan terhadap korban. (COK)