Rabu, 10 Februari 2010
Pemadaman Dipersingkat
Warga Sudah Bersiap Hadapi Pemadaman Listrik

Sabtu, 12 Juli 2008 | 01:29 WIB

Jakarta, Kompas - Penghematan listrik yang dilakukan warga dan dunia usaha berhasil menekan defisit listrik. Pemadaman listrik yang direncanakan selama 14 jam ternyata hanya berlangsung selama dua jam. Namun, warga tetap menyiapkan lilin dan generator untuk mengantisipasi pemadaman.

Menurut Manajer Distribusi PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Widodo Budi Nugroho, Jumat (11/7) di Jakarta Selatan, pemadaman tahap I yang seharusnya dilakukan pada pukul 08.00 sampai pukul 15.00 ternyata cukup sampai pukul 10.00. Sedangkan pemadaman listrik tahap II pada pukul 15.00 sampai pukul 22.00 dibatalkan.

Pemadaman listrik dilakukan di kawasan Kamal dan Cengkareng, Jakarta Barat. Defisit listrik yang diperkirakan mencapai 150 megawatt ternyata turun menjadi 20 megawatt. Dampaknya, pemadaman listrik yang seharusnya dialami 300.000 pelanggan turun menjadi 13.000 pelanggan.

”Ada penghematan listrik dalam jumlah besar oleh warga dan dunia usaha di Jakarta. Penghematan itu mencapai sekitar 130 megawatt,” kata Budi.

Budi mengatakan, satu hari sebelum pemadaman, pemilik usaha yang menggunakan listrik berdaya lebih dari 200 kilovolt ampere (KVA) berkomitmen mengurangi penggunaan listrik sampai 110 megawatt. Namun, saat pemadaman, penghematan bertambah sampai 130 megawatt.

Penambahan penghematan listrik 20 megawatt itu diduga berasal dari warga dan para pengusaha lain yang belum berkomitmen sebelumnya. Penghematan, kata Budi, dilakukan para pengusaha dengan menghidupkan generator dan mengurangi pemakaian listrik yang tidak terlalu penting.

”Partisipasi dunia usaha dan dan warga dalam berhemat listrik sangat membantu untuk mengurangi waktu pemadaman,” kata Budi. Apabila komitmen para pengusaha untuk berhemat listrik dapat dilaksanakan secara konsisten, pemadaman listrik tidak akan memakan waktu yang lama dan lokasi pemadaman juga semakin sempit.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta warga terus berhemat listrik dengan mematikan peralatan elektronik yang tidak penting. Kantor Pemprov DKI Jakarta juga menggelar penghematan dengan mematikan hampir semua lampu selasar dan mengurangi lift yang beroperasi.

Warga kecele

Rencana pemadaman listrik di beberapa tempat di Jakarta dan Tangerang membuat warga panik. Warga telanjur menyiapkan lilin, generator, dan memastikan bak mandi penuh terisi, tetapi listrik tidak jadi padam.

”Saya sudah menyiapkan lampu darurat dan mengisi bak mandi sampai penuh, tetapi listrik tidak jadi padam. Bagaimana sebenarnya kebijakan PLN?” kata Boin, warga Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat.

Boin dan warga lain berharap PLN memberi pengumuman lokasi pemadaman listrik yang baru, sesuai perubahan kondisi saat ini. Warga sebenarnya gembira jika listrik tidak jadi padam, tetapi kepastian jadwal pemadaman sangat diperlukan agar listrik tidak dipadamkan saat warga tidak siap.

Sementara itu, toko elektronik di daerah Glodok yang menjual lampu darurat juga diserbu pembeli. Harga lampu darurat kini melonjak, dari Rp 100.000 menjadi Rp 110.000-Rp 125.000 per buah. (ECA/TRI/NEL)

 

 

Share on Facebook
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

Form Komentar

  • Silahkan isi nama Anda

  • Silahkan isi email Anda.

  • Silahkan isi komentar Anda.

INDEX LALU
Tanggal: