Jumat, 29 Agustus 2008
Kepemimpinan
Buka Kemandekan Regenerasi dengan Kultur Baru
Sabtu, 19 Juli 2008 | 01:05 WIB

Jakarta, Kompas - Kemandekan proses regenerasi kepemimpinan perlu dibuka dengan kultur baru. Memperkenalkan budaya baru bagi Indonesia masa depan ini merupakan salah satu tugas pemimpin mendatang. Tanpa itu, regenerasi kepemimpinan yang memberikan kesempatan kepada semua orang yang punya kemampuan akan sulit dilakukan.

Demikian, antara lain, pemikiran yang muncul dalam Forum Kepemimpinan Ke-67 yang diselenggarakan kantor berita Antara dan Center for Corporate Leadership (CCL) di Jakarta hari Kamis (17/7).

Forum yang dipandu Ketua Dewan Pembina CCL Subarto Zaini ini menghadirkan, antara lain, Direktur Eksekutif Leads Institute Paramadina Bima Arya Sugiato, Habib Chirzin dari Forum on Peace Human Right Development, Presiden Direktur Lembaga Kantor Berita Antara Ahmad Mukhlis Yusuf, Direktur Eksekutif Akbar Tandjung Institute Alfan Alfian, dan sejumlah profesional lainnya.

”Kita perlu memberikan alternatif jalan bagi calon pemimpin untuk muncul, dan ini membutuhkan kultur baru,” ujar Bima.

Menurut Bima, kultur baru yang dibangun memang harus radikal. Apalagi, hampir semua jalan untuk menuju puncak pimpinan dikuasai partai politik.

Habib Chirzin mengatakan, pengalaman di sejumlah negara menunjukkan, sebuah negara menjadi negara gagal karena adanya pemerintahan yang buruk. Oleh karena itu, sulit mengharapkan adanya integritas dari pemerintahan yang diharapkan dapat memberikan perubahan menuju kemakmuran bagi rakyatnya.

Alfan Alfian mengatakan, kondisi politik memang sangat memprihatinkan. Apalagi, banyak partai politik yang kesulitan mencari kader berkualitas yang akan diajukan sebagai calon anggota legislatif.

Pada akhir diskusi, Subarto mengatakan, perubahan memang tidak mudah dilakukan, tetapi bukan berarti tidak bisa. Itu sebabnya seluruh komponen bangsa jangan pernah menyerah mencari solusi terbaik untuk bangsa. (MAM)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort