Senin, 8 September 2008
REDAKSI YTH
Sabtu, 19 Juli 2008 | 01:14 WIB

Surat untuk Redaksi YTH hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Kompas tidak mengembalikan surat-surat yang diterima.

Rambu Kereta Api Akan Lewat Tidak Jelas

Kecelakaan di perlintasan jalan kereta api Wonosari, Madiun, Jawa Timur, seperti dilansir Kompas (23/6), memprihatinkan. Saya prihatin karena peristiwa tersebut hanya salah satu di antara kesekian kali kejadian serupa dalam beberapa tahun sebelumnya.

Saudara saya anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Gantiwarno, Klaten, terenggut jiwanya beberapa tahun silam pada malam hari di pelintasan kereta api di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pihak PT (Persero) Kereta Api menyatakan pihaknya kekurangan personel penjaga lintasan kereta api, tetapi sudah memasang rambu-rambu peringatan.

Menurut hemat saya, rambu-rambu yang ada sekarang tidak menunjukkan bahwa akan ada kereta api yang akan lewat, tetapi hanya menunjukkan ada lintasan atau rel kereta api. Terlebih pengendara mobil, sepeda motor, atau kendaraan lain sering terhalang pandangannya oleh pohon atau bangunan rumah dan sebagainya. Demi keselamatan jiwa manusia, PT Kereta Api seharusnya memasang rambu-rambu tambahan di setiap pintu lintasan, terutama yang tidak terjaga kira-kira 15 meter di kanan-kiri rel kereta api.

Rambu-rambu tersebut bisa berupa tulisan seperti boks reklame yang bisa menyala pada malam hari, atau bunyi-bunyian/sirene dipasang di dekat rel atau pintu pengaman yang bisa dihidupkan dari stasiun terdekat jika akan ada kereta yang lewat. Jika para pengendara sudah mendengar atau melihat tanda tersebut dihidupkan, tetapi masih menerjang masuk, berarti mau mengantar nyawa atau memang sudah ajalnya tiba. DJEMIJO Kompleks Migas 61 Nomor 33, Kelurahan Palmerah, Jakarta

Gedung GardaOto Ganggu Tetangga

Sudah beberapa bulan terakhir ini ketenangan kami, yang tinggal di belakang area GardaOto yang terletak di Jalan RA Kartini di Lebak Bulus, sangat terganggu dengan proses pembangunan yang sedang dilakukan oleh GardaOto, terutama oleh bisingnya dan getaran pemancangan fondasi paku bumi. Sebelum pembangunan dimulai kami sebagai warga yang tinggal di sekitar GardaOto tak pernah mendapat pemberitahuan atas akan dilakukannya pembangunan besar-besaran tersebut.

Kami tentunya akan mengerti bila memang pembangunannya dilakukan pada waktu jam kerja normal. Akan tetapi, tim proyek pembangunan GardaOto tersebut sepertinya tidak mengenal tata krama karena sering sekali sampai pukul 24.00-01.00 pun suara mesin dan alat-alat berat lainnya masih aktif dan sering sampai menggetarkan rumah kami. Pernah juga tiba-tiba pukul 04.00 mereka sudah mulai kembali melakukan pekerjaan yang sangat berisik itu.

Sudah sering sekali kami minta tolong kepada anggota satuan pengamanan di kompleks kami untuk datang ke GardaOto supaya bisa diperhatikan jam kerjanya, tetapi jawaban dari mereka, ”Kami akan menyampaikan kepada pimpinan kami.” Namun, mesin dan alat-alat berat tetap saja berjalan tanpa henti.

Sekitar dua pekan lalu ada tim GardaOto (7 orang) yang datang untuk melihat keretakan yang disebabkan karena getaran oleh alat berat di beberapa rumah di kompleks kami yang telah dilaporkan sebelumnya. Rumah saya tergolong cukup serius kerusakannya. Pintu depan rumah saya sulit dibuka dan ditutup dari kusennya, tembok serta lantai rumah saya merekah.

Kami berharap tujuan inspeksi itu bukan hanya sekadar untuk melihat-lihat saja, tetapi membantu perbaikan sebagai niat baik Garda Oto dan kompensasi bagi kebisingan yang amat mengganggu itu. Namun, kami mendengar dari manajemen perumahan kami, pihak GardaOto menolak perbaikan kerusakan.

Jelas pihak GardaOto telah melanggar HO (hinder ordonantie) karena sama sekali tidak pernah kulo nuwun atau memberitahu kepada para tetangga di sekitarnya bahwa selama proses pembangunan gedung belasan tingkat itu kami bakal terganggu, terutama pada saat pemasangan tiang pancang fondasi.

Mohon pimpinan GardaOto bisa memerhatikan hal ini karena sepertinya sudah cukup kalau kami harus menoleransi debu yang luar biasa dan bau asap dari mesin-mesin berat Anda. Anak saya yang berusia tiga tahun harus berkorban menderita sesak napas karena ia alergi terhadap debu. Alwin Sudibyo Winville Residences, Lebak Bulus Raya I/50 G, Jakarta Selatan

Regulator Gas di Hypermart

Pada tanggal 15 Juni 2008 saya membeli regulator yang dilengkapi dengan meteran merek ”GAS Comp” di Hypermart Malang Town Square (Matos) Rp 84.900 (harga diskon) dari harga normal Rp 117.900. Pada kemasan regulator ditulis: ”regulator garansi 5 tahun dan selang garansi 2 tahun” dan kelebihan-kelebihan lain yang disebutkan.

Regulator itu saya pasang pada tabung gas ukuran 3 kilogram di rumah (27 Juni). Pada tanggal 1 Juli 2008 terjadi kerusakan pada regulator di mana meteran yang menempel pada regulator terangkat sehingga gas keluar dari lubang meteran memenuhi ruangan tengah rumah dan tercium oleh anggota keluarga yang langsung mencabut regulator itu dari tabung gas. Beruntung saat itu tidak ada yang menyalakan api.

Tanggal 2 Juli saya komplain atas kejadian ini kepada Hypermart (diterima oleh Saudara Humpry) dengan membawa bukti regulator yang rusak beserta setruk pembelian. Sebagai wakil penanggung jawab pihak Hypermat yang bersangkutan tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya berkata: ”Hypermart telah menjual barang itu selama empat tahun dan tidak pernah ada komplain.”

Sebagai pelanggan Hypermart, saya kecewa karena toko ini menjual barang berkualitas rendah bahkan berindikasi palsu yang sangat membahayakan nyawa manusia. Anda yang berbelanja di Hypermart untuk meneliti betul kualitas barang yang akan dibeli, jangan sampai nyawa hilang karena ketidaktelitian. Arif Yanto Perumahan Griya Sarana Mandiri Kavling 7, Malang

Mandiri 14000 Tidak Memuaskan

Saya nasabah Bank Mandiri yang memiliki rekening giro perusahaan. Untuk melakukan cek saldo atau transaksi tiga hari terakhir, saya menggunakan Layanan Bank Mandiri 24 Jam lewat nomor telepon 14000. Hal ini tentu memudahkan karena dapat mengecek saldo atau transfer masuk setiap saat sehingga dapat mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat.

Akan tetapi, ternyata layanan 14000 sangat lama sekali. Saya selalu hanya tersambung dengan rekaman suara operator yang memberikan petunjuk penggunaan layanan. Ketika saya menekan tombol untuk berbicara dengan staf Pusat Pemanggilan Mandiri, operator hanya mengucapkan: ”Maaf, seluruh staf kami masih sibuk, silakan tunggu.” Kemudian saya diperdengarkan lagu berkali-kali dan akhirnya tut- tut-tut. Telepon terputus.

Saya berusaha sabar barangkali memang harus antre, tetapi sampai puluhan kali saya menekan telepon 14000 dan jawaban yang saya terima tetap saja sama. Alhasil, saya tidak memperoleh informasi yang diinginkan. Saya mencoba keesokan harinya, tetapi tetap tidak berhasil. Bagaimana Bank Mandiri mengapa terkesan tidak profesional?

Kalau memang maksudnya memudahkan nasabah tolong berikan layanan yang memuaskan. Atau jika staf tidak memadai berikan alternatif lain. Misalnya, nasabah cukup menekan tombol angka tertentu pada pesawat telepon sudah dapat mengetahui jumlah saldonya. Evelina Iswati Jalan Wijaya Kusuma II Jakarta Timur

Tagihan Kartu Halo di Singapura

Pada tanggal 17 Oktober 2007, saya dan keluarga liburan ke Singapura dan membawa telepon seluler dengan kartu Halo Telkomsel (nomor: 0811 839xxx) dan beberapa kali melakukan panggilan di Jakarta, tetapi melihat lembar tagihan yang dikirimkan, saya terkejut dengan jumlah tagihan yang mencapai Rp 1.447.024. Setelah saya cek, ternyata ada biaya sebesar Rp 623.114 untuk percakapan ke nomor 081385463604 selama 50 menit 32 detik pada tanggal 21 Oktober 2007 pukul 07:59:48.

Hal itu agak janggal karena untuk bicara lokal saja saya belum pernah melakukan pembicaraan lebih dari 20 menit, apalagi saat itu saya berada di Singapura, dan Telkomsel bisa cek riwayat pembicaraan saya. Saya sudah berusaha komplain ke Grapari Wisma Slipi, Jakarta (dengan Ibu Rosna), tetapi sampai sekarang belum ada jawaban dan saya dirugikan karena harus tetap membayar walaupun tidak melakukan percakapan selama 50 menit 32 detik tersebut. Sien Wijaya Muara Karang CC 5 S, Penjaringan, Jakarta

Pengalaman Buruk dengan Citibank

Kasus saya berawal dari tidak profesionalnya bagian penagihan Citibank dalam melakukan konfirmasi terhadap nasabah yang bermasalah. Pada bulan April 2008, istri saya ditelepon oleh bagian penagihan Citibank yang menanyakan keberadaan nasabah Elisabet, yang menurut data Citibank bahwa nama yang bersangkutan beralamat di Villa Bogor Indah Blok EE 6 Nomor 22.

Konfirmasi yang dilakukan melalui telepon, yakni apakah rumahnya akan dijual dan istri saya menjawab benar rumah akan dijual. Dalam pembicaraan itu terhenti setelah karyawan Citibank menyampaikan bahwa rumah dimaksud bermasalah dengan bank karena ada tunggakan dari kartu kredit sebesar Rp 20 juta. Istri saya kaget karena selama ini tidak pernah mempunyai kartu kredit Citibank dan nama yang ditanyakan (Elisabet) tidak pernah kenal dan tinggal di alamat itu. Rumah selama ini dikontrakkan dan yang mengontrak tidak ada nama itu.

Ketika dihubungi lewat telepon pihak Citibank menjelaskan bahwa ini hanya untuk mengklarifikasi saja dan selanjutnya akan di-update pada data Citibank. Tanggal 7 Juli 2008 saya mendapat telepon dari Citibank yang mengaku bernama Triyono dengan alamat Citibank Pondok Indah, lagi-lagi menanyakan hal yang sama tetapi kali ini dengan cara yang kasar. Achriyadi Kompleks Bumi Panyileukan J5, Cipadung Kidul, Bandung

Sepeda Motor Sudah Diperbaiki

Menanggapi surat Bapak Sumargi di Kompas (25/6) ”Motor Yamaha Nouvo Berbahaya”, kami dari Yamaha Motor Indonesia Perwakilan Jawa Barat memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami.

Kami dan Bapak Sumargi telah bertemu untuk menyelesaikan permasalahan dan sepeda motor yang dikeluhkan sudah dilakukan perbaikan. Pada tanggal 10 Juli 2008 kami kembali menghubungi Bapak Sumargi dan mendapat informasi bahwa sepeda motornya sudah dalam kondisi baik sehingga permasalahan dianggap selesai. April Priyatno Technical & Warranty PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Perwakilan Jawa Barat

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort