Jumat, 29 Agustus 2008
Thailand-Kamboja
Tentara Saling Arahkan Senjata
AP photo/Heng Sinith / Kompas Images
Tentara Thailand bergerak menuju kuil Hindu, Preah Vihear, di Provinsi Preah Vihear, Kamboja, Jumat (18/7). Tentara Thailand dilaporkan dalam posisi siap menembak dengan tentara Kamboja yang sebelumnya sudah menguasai kuil itu.
Sabtu, 19 Juli 2008 | 03:00 WIB

Preah Vihear, Jumat - Sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand semakin memanas. Tentara kedua negara yang berada di perbatasan sekitar kuil Hindu, Preah Vihear, sama-sama dalam posisi saling tembak.

Brigadir Jenderal Chea Keo dari Angkatan Bersenjata Kamboja, Jumat (18/7), mengatakan terjadi sebuah peristiwa. Sekelompok tentara Kamboja yang beranggotakan 50 orang masuk ke kompleks kuil yang diklaim kedua negara itu karena bermaksud menginap di sana. Tentara Thailand langsung mengarahkan moncong senapan ke tentara Kamboja, yang membalas dengan melakukan hal serupa. ”Kami terus melatih kesabaran untuk mencegah senjata-senjata ditembakkan,” katanya.

Juru bicara tentara Thailand, Kolonel Sirichan Ngathong, mengatakan tidak mengetahui insiden itu dan belum mendapatkan informasi tersebut. ”Situasinya sangat stabil. Para tentara telah diberi tahu untuk menghindari konfrontasi,” ujar Sirichan.

Ketegangan memanas di perbatasan sejak Selasa lalu ketika tentara Thailand memasuki kawasan di sekitar kompleks kuil yang dibangun pada abad ke-11 tersebut. Akibat ketegangan itu, sejumlah warga Kamboja mulai mengungsi menjauhi perbatasan. Meski demikian, kuil tersebut masih dikunjungi sejumlah warga dan tentara Kamboja.

Untuk menghindari bentrokan militer, kedua negara ASEAN yang bertetangga itu sepakat melakukan pertemuan tingkat menteri pertahanan Senin pekan depan di Thailand.

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pun telah menulis sebuah surat kepada Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej, Kamis. Dia menjelaskan bahwa situasi di perbatasan semakin memburuk sejak pasukan Thailand ”menggerogoti lahan Kamboja” dan meminta Samak untuk menarik pasukan. ”Memburuknya situasi sangat buruk bagi hubungan kedua negara kita,” tulis Hun Sen.

Tambah pasukan

Sekitar 400 tentara Thailand berada di sekitar kuil, menghadapi pasukan Kamboja yang berjumlah dua kali lipat dari jumlah tentara Kamboja. Akan tetapi, Thailand, Jumat, juga mengirim pasukan tambahan.

Pejabat Kamboja, Hang Soth, mengatakan, sebanyak 109 tentara telah tiba Jumat di sekitar kuil. Mereka bergabung dengan sekitar 800 tentara yang sudah ditempatkan di sana.

PM Thailand menuduh para pemrotes dari negaranya sendiri berusaha memicu konflik, tetapi tidak menjelaskan mengapa tentara Thailand bergerak ke perbatasan.

Militer Thailand berkeras bahwa kehadiran tentara itu untuk mengusir para pemrotes setelah sekitar 4.000 pemrotes Thailand berusaha memasuki zona yang menjadi sengketa.

”Kami semua mencintai perdamaian. Kami datang untuk menawarkan perlindungan manakala pemrotes Thailand datang ke sini,” kata Kolonel Chay Huay Soongnern dari Angkatan Darat Thailand. (AP/AFP/OKI)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort