
Sabtu, 19 Juli 2008 | 02:38 WIB
Kerja keras aparat keamanan Poltabes Palembang dalam mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis ekstasi beberapa hari lalu perlu mendapat apresiasi. Namun, polisi diminta tidak boleh lekas puas karena temuan itu justru mengindikasikan bahwa Kota Palembang masih belum aman dari jaringan peredaran narkoba.
Dari sisi geografis, Palembang memiliki letak yang sangat strategis sehingga sangat mendukung mata rantai peredaran narkoba di Sumatera. Hal inilah yang kemudian menggiurkan sebuah bandar besar di Jakarta untuk memasok 96 butir ekstasi senilai sekitar Rp 130 juta ke Kota Palembang.
Menurut Kepala Poltabes Palembang Komisaris Besar Luki Hermawan melalui Kepala Satuan Narkoba Poltabes Palembang Komisaris Yan Budiwijaya, Jumat (18/7), pihaknya berhasil menangkap seorang bandar berinisial Idr (27) dan kurirnya berinisial Ydh (33) pada hari Rabu lalu. Idr ini mendapatkan pasokan barang ekstasi dari seorang bandar besar lagi di Jakarta. Keberadaannya sampai sekarang masih terus diburu dengan cara kerja sama.
”Keberhasilan menangkap dua tersangka ini karena petugas menyamar sebagai pembeli ekstasi. Cara menjebak bandar dan kurir seperti ini masih menjadi salah satu cara efektif untuk menangkap pelaku pengedar narkoba,” kata Yan.
Menurut Yan, pengedar menggunakan trik yang cukup cerdik untuk mengelabui petugas, yakni menyimpan semua ekstasi dalam tiga kantong yang berbeda. Cara ini memungkinkan bandar untuk bisa menyelamatkan sebagian narkoba ekstasi jika sebagian lainnya sudah ketahuan oleh polisi.
Namun, polisi juga tak kalah cerdik. Dengan menggunakan sedikit sentuhan teknologi, yakni komunikasi via ponsel, petugas akhirnya menelepon sang bandar untuk berpura-pura menjadi pembeli narkoba. Sang bandar pun masuk dalam permainan jebakan yang disiapkan polisi.
”Polisi yang berpura-pura menjadi pembeli narkoba ini kemudian berjanjian dengan sang bandar untuk bertemu di Jalan Burlian Km 7 Palembang, Rabu malam. Sekitar pukul 20.00, kurir Ydh datang dan langsung ditangkap. Selang dua jam, sang bandar Idr turut ditangkap di kediamannya,” kata Yan.
Selama beberapa waktu ini, kasus narkoba, teroris, dan aksi kriminalitas menjadi sejumlah fokus kerja terpenting jajaran Poltabes Palembang. Salah satu indikator keberhasilan jajaran Poltabes Palembang adalah menuntaskan sekaligus menekan ketiga jenis kasus tersebut. Narkoba perlu dapat perhatian khusus karena sifatnya merusak generasi muda. (ONI)