
![]() |
Bandar Lampung, Kompas - Penyerapan Perum Bulog Divre Lampung baru mencapai 40,66 persen dari target pengadaan 100.000 ton beras pada tahun 2008. Bulog pesimistis karena musim panen gadu di sentra padi di Lampung hanya tinggal di Lampung Selatan, sementara panen di daerah lainnya sudah selesai.
Kepala Humas Perum Bulog Divre Lampung Edi Hanif, Jumat (18/7), mengatakan, sampai dengan 17 Juli 2008 Perum Bulog sudah melakukan kontrak pengadaan beras dengan mitra kerja di sentra beras di Lampung. Di antaranya dengan mitra kerja di Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Selatan, Bandar Lampung, dan Tanggamus.
Sampai dengan Kamis (17/7), sesuai kontrak tersebut seharusnya sebanyak 42.047 ton beras sudah masuk ke gudang Perum Bulog. Kenyataannya, realisasi pengadaan sampai dengan Kamis lalu itu hanya sebesar 40.662 ton beras.
Pengadaan dari Lampung Utara yang seharusnya 8.454 ton tercapai 8.016 ton. Pengadaan dari Lampung Tengah yang seharusnya 19.739 ton tercapai 19.497 ton. Pengadaan dari Lampung Selatan sebesar 10.987 ton, tercapai 10.352 ton. Adapun pengadaan dari Bandar Lampung dan Tanggamus sebesar 2.867 ton tercapai 2.797 ton.
Dari pengadaan tersebut, Bulog Lampung memastikan musim panen gadu di Lampung Tengah, Lampung Utara, Tanggamus, dan Bandar Lampung sudah habis. Sementara panen gadu di Lampung Selatan dan Metro hanya berupa spot-spot. Karena itu, meski ada, pengadaan mengalir sedikit demi sedikit. Pada Juni 2008 rata-rata pengadaan harian mencapai 100 ton per hari. Pada Juli 2008 pasokan rata-rata per hari mencapai 200 ton.
Menurut Edi, pasokan per hari pada Juni mengalami sedikit kenaikan dengan adanya musim sekolah. Petani yang semula menyimpan gabah untuk keperluan pribadi mulai menjual stok ke penggilingan sehingga stok beras bertambah. Tindakan petani itu juga menambah stok beras penggilingan yang juga mitra kerja Bulog untuk menambah pengadaan ke Bulog. (hln)