
![]() |
Solo, Kompas - Krisis listrik yang terjadi saat ini bisa memengaruhi program restrukturisasi mesin tekstil yang sedang dijalankan pemerintah. Perusahaan tekstil yang semula berencana mengambil bantuan program ini bukan tidak mungkin mengurungkan niatnya mengingat keterbatasan pasokan listrik. Hal itu karena mesin-mesin baru yang dibeli dengan adanya program ini membutuhkan daya listrik yang lebih besar.
"Krisis listrik punya ekses lebih luas, salah satunya program restrukturisasi mesin tekstil. Peminat restrukturisasi di Jawa Tengah tahun ini kelihatannya agak seret," kata Ketua Badan Pengurus Daerah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jateng di Kota Solo, Jumat (18/7).
Secara terpisah, Humas API Komisariat Surakarta Liliek Setiawan mengatakan, mesin-mesin baru membutuhkan listrik jauh lebih besar dari mesin lama. Biasanya, mesin-mesin lama juga masih digunakan meski sudah ada mesin baru.
"Mesin baru lebih efisien dari mesin lama karena kapasitas produksinya lebih besar. Namun, untuk menggerakkannya juga butuh listrik lebih besar. Kalau listrik terbatas dan tidak bisa menambah, kemungkinan pengusaha yang punya mesin baru terpaksa menghentikan penggunaan mesin lama," katanya.
Wakil Ketua Badan Pengurus API Jateng Djoko Santosa mengatakan, krisis listrik saat ini akan memengaruhi niat pengusaha tekstil mengajukan bantuan restrukturisasi mesin tekstil.
"Pemerintah rencananya menambah anggaran bantuan, tetapi pengusaha sekarang sudah tahu kondisi listrik sedang kurang. Ke depan ini akan memengaruhi mereka yang akan perluasan investasi dengan membeli mesin-mesin baru," kata Djoko yang terlibat dalam tim teknis program restrukturisasi mesin tekstil di Departemen Perindustrian.
Menurutnya, saat pengajuan bantuan tahun 2007 dulu belum terungkap adanya krisis listrik. "Saat itu kami masih mengira byarpet listrik karena gangguan atau pemeliharaan. Baru sekarang terungkap bahwa sebenarnya ada krisis listrik," ujar Djoko.
Tahun 2007 ada 18 perusahaan tekstil di Jateng yang mendapatkan bantuan skema I program restrukturisasi mesin tekstil. (eki)