
![]() |
Semarang, Kompas - Empat distributor kedelai bersubsidi di Kota Semarang berjanji akan menyamakan harga kedelai yang dijual kepada penerima subsidi. Harga kedelai akan disesuaikan dengan harga pasar saat itu.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang Arief Moelia Edie seusai bertemu dengan para distributor, Jumat (18/7) di Kota Semarang. Keempat distributor itu adalah Primer Koperasi Pengusaha Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Semarang Timur, Primkopti Semarang Barat, CV Sumber Agung, dan CV Jadi Makmur.
Keempat distributor itu akan menyalurkan total kuota kedelai bersubsidi sebesar 966, 183 ton per bulan kepada 501 perajin tahu dan tempe di Kota Semarang.
"Para distributor sepakat menyamakan harga. Itu sangat penting untuk menghindari gejolak pada saat penyaluran," kata Arief.
Menurutnya, harga kedelai akan ditentukan setiap hari. Pihaknya akan berkomunikasi dengan keempat distributor untuk mengetahui dan menyamakan harga yang berlaku hari itu. Selain itu, Disperindag juga akan mencocokkannya dengan harga kedelai internasional, importir, dan harga di pasar. "Jika perajin membeli kedelai sebelum pukul 09.00, distributor akan memakai harga hari kemarin. Setelah pukul 09.00, harga yang berlaku adalah harga hari itu," katanya.
Belajar dari pengalaman penyaluran minyak goreng bersubsidi, menurut Arief, harga kedelai yang berlaku di keempat distributor kemungkinan tidak akan sama dengan harga di distributor lain. Asal selisih harganya tidak lebih dari Rp 500 per kilogram, ia masih akan menoleransi selisih harga tersebut. Jadwal penyaluran
Menurut Arief, penyaluran kedelai bersubsidi akan dilakukan setiap Selasa, Rabu, dan Kamis. Penerima subsidi cukup membawa kupon kedelai bersubsidi yang telah dibagikan sehingga bisa mendapat potongan harga sebesar Rp 1.000 per kilogram kedelai. "Proses pembagian kupon masih berlangsung. Penerima subsidi mengambil kupon langsung ke kantor Disperindag," katanya.
Ketua Primkopti Semarang Timur Sariyadi dan Kwee Sioe Tjay dari CV Jadi Makmur mengatakan siap menyalurkan kedelai bersubsidi minggu depan.
Menurut mereka, keempat distributor akan melayani berapa pun jumlah penerima subsidi yang membeli kedelai di tempatnya.
"Persediaan tidak terbatas. Setiap hari distributor ini memang menjual kedelai kepada para perajin tahu dan tempe," kata Sariyadi. (ARA)