
![]() |
Solo, Kompas - Para siswa Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK 1 Cokroaminoto, Kota Solo, menggelar unjuk rasa di depan sekolah mereka, Jumat (18/7). Para siswa yang baru saja lulus kelas III ini menuntut agar ijazah mereka segera diberikan.
Koordinator unjuk rasa siswa, Andri Nuryanto, mengungkapkan, siswa merasa dirugikan karena sekolah tidak kunjung memberikan ijazah sehingga mereka kesulitan saat hendak melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan. Total ada 51 siswa yang belum menerima ijazah kelulusannya.
Menurutnya, semula siswa dijanjikan akan diberikan ijazah hari Senin lalu, tetapi urung tanpa alasan jelas. "Katanya hari Selasa, kami datang, ijazah masih belum bisa dibagikan. Kami diminta kembali hari Jumat, ternyata sekarang juga belum bisa diambil. Sambil menunggu ijazah, kami memang diberi surat keterangan pengganti ijazah, tetapi surat ini tidak bisa untuk mencari kerja atau mendaftar kuliah," kata Andri.
Andri sempat bersitegang dengan para guru karena dinilai mencemarkan nama baik sekolah. "Saya hanya memperjuangkan hak kami yang telah tiga tahun sekolah," katanya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK 1 Cokroaminoto Teguh Wiyono mengatakan, ijazah akan dibagikan ke siswa pada hari Sabtu ini. Keterlambatan penyerahan ijazah kepada siswa disebabkan kondisi internal yayasan pascameninggalnya kepala sekolah terdahulu, Soeprapto.
Kepala Subdinas Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo Budy Sartono mengatakan, masalah ini bersumber pada konflik internal yayasan yang sebelum ini sudah terpecah menjadi dua kepengurusan.
Masalah ini diperparah dengan meninggalnya kepala sekolah dua hari sebelum ijazah diserahkan ke sekolah. Padahal, Dikpora sudah mengirimkan spesimen tanda tangan kepala sekolah yang bersangkutan ke Jakarta. Dua versi pengurus mengajukan pengganti kepala sekolah. "Kami tidak ingin terlibat dalam konflik sehingga tidak bisa memilih salah satu," ujar Budy.
Pihaknya sempat berkonsultasi ke dinas terkait di tingkat provinsi, tetapi keputusan diserahkan ke Dikpora Solo. "Rapat kami sepakat menunjuk pejabat penandatangan khusus untuk SMK 1 Cokroaminoto, yakni Kepala Subrayon 1 Mukaswan. Ini juga disetujui dua versi kepengurusan," kata Budy.
Ditambahkannya, sebenarnya masih banyak sekolah lain yang juga belum menyerahkan ijazah siswanya. Ia mengimbau agar konflik internal hendaknya jangan sampai mengorbankan siswa, terutama dalam kegiatan belajar-mengajar. (eki)