
![]() |
Ungaran, Kompas - Pada musim kemarau saat ini, ribuan ekor ternak yang terdiri sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba di Kabupaten Semarang terancam kekurangan pakan berupa rumput segar.
Edy Zuhri (70), peternak sapi di Dusun Kawengen RT 08 RW 4 Desa Kawengen, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jumat (18/7), mengatakan, pada musim kemarau ia sulit mencari pakan berupa rumput untuk lima ekor sapinya.
Untuk mendapatkan rumput segar, ia harus berjalan kaki hingga 5 kilometer ke desa lain. Itu pun rumputnya tidak sesegar saat pada musim hujan. Ketika tidak memperoleh rumput hijau, Edy terpaksa memanfaatkan jerami kering dicampur air untuk pakan.
Menurutnya, tanaman padi di desanya banyak yang gagal panen karena kekurangan air. Tanaman padi menjadi kering, rumput pun ikut kering. "Saya harus berjalan kaki 5-6 kilometer untuk mencari rumput," katanya.
Hal senada dikeluhkan peternak lainnya, Rasipin (60). Ia mengeluhkan pada musim kemarau saat ini empat ekor sapinya juga kekurangan rumput segar dan itu sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. "Air saja susah dicari, apalagi rumput. Sapi saya kelihatan kurus-kurus," katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang drh Bambang Sutrisno mengatakan, pada musim kemarau saat ini ternak harus tetap diberi pakan berupa hijauan yang cukup, konsentrat, serta multivitamin agar tetap sehat. Untuk mengantisipasi sulitnya mendapatkan rumput pada musim kemarau, ia menganjurkan kepada peternak ketika musim hujan saat rumput tumbuh subur, rumput bisa dibuat silase atau membuat amoniasi jerami dan tape jerami. (Antara)