
![]() |
Semarang, Kompas - Piala bergilir Adhikarta Kertawidya dari Menteri Pendidikan Nasional jatuh ke tangan Universitas Brawijaya atau Unibraw Malang, Jawa Timur, setelah berhasil menjadi juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXI yang berlangsung pada 14-19 Juli di Kampus Universitas Islam Sultan Agung Kota Semarang.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Fasli Jalal menyerahkan piala bergilir tersebut kepada wakil dari Universitas Brawijaya, Jumat (18/7) malam, dalam acara penutupan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXI di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Dengan kemenangan ini, Universitas Brawijaya berhasil menyisihkan 100 perguruan tinggi lain termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang sebelumnya menjadi juara umum Pimnas XX.
Selain pengumuman juara umum, panitia juga mengumumkan para juara dari sejumlah kompetisi yang telah berlangsung selama pelaksanaan Pimnas XXI. "Para juara di masing-masing kategori berhak mendapatkan sertifikat, piala, dan uang pembinaan," kata Dedi Rusdi, salah seorang panitia.
Tanam pohon
Sebelumnya, seluruh perguruan tinggi peserta Pimnas XXI di mencanangkan program menanam total satu juta pohon di kampus masing- masing. Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian mereka terhadap bumi dan lingkungan.
Menteri Kehutanan MS Kaban mengawali program penanaman sejuta pohon itu secara simbolik, Jumat sore, di taman perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kampus Unissula Kaligawe. "Menanam pohon sangat penting untuk mengatasi efek pemanasan global. Program ini sangat mendukung gerakan Indonesia Menanam," kata Kaban sesaat sebelum memasukkan bibit pohon ke dalam lubang tanah.
Menurut Kaban, tingkat degradasi hutan di Indonesia berhasil ditekan dari 2, 8 juta hektar per tahun menjadi 1, 8 juta hektar per tahun. Namun, tingkat degradasi itu masih harus bisa ditekan lagi. Oleh karena itu, partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
Dalam acara itu, mahasiswa Unissula Setiawan Widiyoko yang mewakili peserta membacakan deklarasi Pimnas XXI 2008. Deklarasi tersebut berisi dukungan terhadap gerakan "Indonesia Menanam" yang akan menanam total 100 juta pohon tahun 2008 ini.
Seusai pembacaan deklarasi, sejumlah mahasiswa peserta Pimnas XXI menanam pohon di area taman perekat NKRI. Mereka menanam aneka jenis pohon, mulai dari belimbing manis (Averrhoa carambola L), mahoni (Swietenia mahagoni), sawo kecik (Manilkara kauki), hingga tembesu (Fragrea fragans). Rektor Unissula Rofiq Anwar mengatakan, penanaman pohon di taman perekat NKRI itu merupakan simbol rekatnya warga dan wilayah NKRI dalam arti sebenarnya. (ARA)